Berita

Ketua Umum PP Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), H. Ismed Hasan Putro/Net

Politik

Ikatan Haji Indonesia Minta Pilkada Ditunda Demi Keselamatan Bangsa Dan Pemilu Berkualitas

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 | 08:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Desakan kepada pemerintah untuk menunda gelaran pilkada seperti arus deras yang tak terbendung. Kali ini, desakan disuarakan oleh Pimpinan Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IHI).

Sama seperti NU dan Muhammadiyah, PP IHI mendasarkan desakan itu pada perkembangan kasus Covid-19 yang belum mereda.

Ketua Umum PP IHI, H. Ismed Hasan Putro mengurai bahwa pihaknya dalam hal ini meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengambil alih komando pengendalian penanganan Covid-19 agar lebih efektif dan terarah.


Dengan begitu, Jokowi tidak perlu bongkar pasang tim yang berakibat penanganan Covid menjadi tidak maksimal.

“Langkah ini semata-mata demi menyelamatkan jiwa manusia sebagaimana ditegaskan dalam konstitusi yakni negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/9).

Selanjutnya, PP IHI dengan tegas meminta kepada presiden untuk mengeluarkan peraturan yang menunda pelaksanaan Pemilukada 2020 sampai situasi Covid-19 dinyatakan aman.

Hal ini perlu dilakukan demi keselamatan bangsa serta menjamin pelaksanaan Pemilukada yang berkualitas.

“Keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilukada yang berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19,” sambung Ismed.

Selain desakan kepada presiden, PP IHI juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan terhadap Covid-19 yang ditetapkan pemerintah, serta membangun budaya hidup sehat dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, tempat ibadah, instansi kerja, dan sebagainya.

“Kepada seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, agar senantiasa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berakhir,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya