Berita

Djoko Tjandra/Net

Hukum

Komjak Ingin Kolaborasi Penegak Hukum Berbuah Penangkapan Mafia Kasus Djoko Tjandra

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 16:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kolaborasi antara penegak hukum, baik kejaksaan, Polri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) penting untuk membongkar dugaan pemufakatan jahat dalam kasus Djoko Djandra.

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simajuntak bahkan berharap agar kolaborasi ini bisa menjerat oknum yang terlibat dalam mafia kasus. Khususnya praktik mafia hukum yang melibatkan lintas profesi.

"Publik tidak mempersoalkan koordinasi dan supervisi, tapi publik mengharapkan para bandit penjahat ini ditindak," katanya kepada wartawan, Senin (21/9).


Barita mengurai bahwa berdasarkan ekspos yang dilakukan pihaknya, terkuak Jaksa Pinangki notabene tidak berperan sebagai penyidik jaksa dan tidak memiliki kewenangan eksekusi. Posisinya justru menjadi salah satu sosok sentral dalam kasus ini.

Lalu kemudian nama-nama lain, seperti oknum penasehat hukum Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya, pengusaha sekaligus mantan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasdem Sulawesi Selatan.

"Ini sudah kelihatan benang merahnya, bahwa diduga ada mafia sindikat atau industri hukum yang bermain di sini," ujarnya.

Untuk itu, Barita mengajak semua penegak hukum mendalami seluruh pihak yang diduga terlibat. Termasuk informasi mengenai oknum  politisi di parlemen yang menjadi bagian dalam kasus ini

“Kalau tidak ditindak tegas tentu publik menduga metamorfosis sindikat hukum ini akan rusak dan akan terus menerus menggerogoti penegakan hukum kita. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya