Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Harus Jelaskan Cara Indonesia Tangani Covid-19 Di Sidang Umum PBB

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 16:06 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah masukan diberikan pakah hukum Internasional Hikmahanto Juwana untuk Presiden Joko Widodo yang akan berpidato secara virtual di Sidang Umum PBB.

Masukan pertama berkaitan dengan cara Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Dunia perlu diberi penjelasan bahwa rakyat Indonesia tidak terjangkit parah, meskipun jumlah wabah meningkat.

“Ini fenomena juga di banyak negara,” ujar Hikmahanto dalam acara diskusi virtual RMOL World View dengan tajuk “Trump vs Biden Siapa Masa Depan AS?”, Senin (21/9)


Hikmahanto juga menyinggung perihal pengetatan PSBB di awal wabah Covid-19 itu terdeteksi di Indonesia, kemudian ada relaksasi atau pelonggaran hingga akhirnya terjadi lonjakan pasien.

“Mungkin ada euforia, orang sudah terlalu lama tinggal di rumah, sehingga meteka berinteraksi satu sama lain, akhirnya seperti ini,” katanya.

Dia menambahkan Presiden Jokowi juga perlu menyampaikan perihal pentingnya bagaimana menyimbangkan antara penanganan Covid-19 dengan penanganan ekonomi.

Rektor Universitas Achmad Yani ini memberikan contoh di Perancis yang mengatakan tidak akan melakukan lockdown kembali. Namun, pemerintah Perancis rajin mengingatkan dan mengimbau masyarakatnya untuk menjaga protokol kesehatan agar ekonomi terus jalan.

“Nah ini juga harus disampaikan oleh presiden dengan melihat praktik yang ada di Indonesia. Apa yang sudah kita lakukan,” katanya

Upaya Indonesia dalam membangkitkan UMKM juga perlu disampaikan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, UMKM dinilai baik untuk meningkarkan ekonomi nasional.

“Saya bukan ekonom, kalau misalnya mungkin dibuat kalkulasinya, mereka-mereka yang jualan-jualan dari rumah terkena dampak Covid-19, sangat luar biasa itu sangat membantu ekonomi. Itu pun yang harus dimunculkan,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya