Berita

Pimpinan DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad/Net

Politik

Pilkada Disarankan Ditunda, Pimpinan DPR: Bukan Ditunda, Tapi Disempurnakan Aturannya

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 18:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Desakan agar parlemen dan pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 makin bermunculan. Hal ini muncul sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadi lonjakan angka kasus Covid-19 akibat adanya kerumunan selama tahapan Pilkada.

Namun demikian, menurut pimpinan DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, penundaan pilkada bukanlah solusi terbaik. Langkah yang harus dilakukan adalah memperbaiki atau menyempurnakan aturan pemilihan umum agar dapat menghindari munculnya klaster pilkada.

“Menurut saya, tahapan pilkada itu kan masih panjang, jadi jalan keluarnya bukan pembatalan pilkada. Tapi penyempurnaan aturan dan kemudian pengawasan yang ketat di lapangan," ujar Dasco kepada wartawan di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (18/9).


"Nah karena penyelenggaraan masih panjang, saya pikir kita masih punya waktu melakukan penyempurnaan aturan dan pengawasan yang ketat sehingga InsyaAllah pilkada diadakan dengan lancar,” imbuhnya.

Legislator dari Fraksi Gerindra ini pun meminta kepada pihak penyelenggara untuk memikirkan detail aturan PKPU yang produktif dalam pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini. Termasuk memikirkan antisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.

“Kalau misalnya untuk mengevaluasi beberapa, pokoknya kegiatan yang akan mengakibatkan penyebaran grafik corona tinggi, kita sepakat,” ujarnya.

Disinggung mengenai PKPU yang mengizinkan adanya konser musik dalam kampanye, Dasco menyarankan agar pada setiap tahapan Pilkada tidak ada kegiatan yang mengundang kerumunan.

“Kalau menurut kami, untuk konser atau apa pun namanya yang mengumpulkan massa banyak sebaiknya tidak diadakan. Jangan kemudian timbul klaster baru ketika kemudian ada konser-konser di Pilkada,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Dasco, setiap calon kepala daerah harus berpikir kreatif dalam mengemas kampanye tanpa harus mengundang kerumunan yang bakal membahayakan kesehatan masyarakat.

“Saya pikir, bagaimana caranya kemudian calon memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang visi misi dan terutama juga mengajak masyarakat menguatkan dan menjalankan protokol Covid-19. Jadi bukan konser-konser, menurut saya,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya