Berita

Ilustrasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/RMOLNetwork

Politik

Ahok Terlalu Reaktif Dan Tak Paham Tujuan Berdirinya BUMN Indonesia

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 20:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai terlalu reaktif dan tidak memahami dasar tujuan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima dalam merespons sikap Ahok yang mengusulkan pembubaran BUMN yang dianggap tak mampu mengawasi para mafiadi tubuh perusahaan plat merah.

“Ini terlalu reaktif. Ahok perlu memahami bagaimana dasar tujuan BUMN Indonesia itu didirikan, yang relatif agak berbeda dari BUMN-BUMN di Malaysia. Ini juga enggak bisa corporate oriented tapi benefit oriented untuk republik, untuk bangsa,” tegas Aria Bima kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/9).


Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini mengurai, BUMN di Indonesia berbeda dengan BUMN negara lain seperti Tamasek Holding milik Malaysia yang disinggung Ahok.

“Fungsi BUMN di sini juga tidak bisa hanya profit oriented, tapi juga mengembangkan public service obligation, juga mengembangkan bagaimana BUMN itu mereaverage ekuitasnya untuk pertumbuhan PDB,” katanya.

“DNA Temasek sama DNA BUMN di sini (Indonesia) itu lain,” imbuhnya.

Kementerian BUMN, kata Aria Bima, tugasnya tidak melulu soal corporate action, namun juga banyak mengemban tugas dalam konteks memberikan kontribusi terhadap laju ekonomi negara baik melalui peningkatan PDB, investasi, ekspor, penurunan impor, hingga pajak dan lain-lain.

“Bahwa ada sesuatu yang dibenahi iya, tapi tidak perlu lagi berpikir soal super holding untuk BUMN di Indonesia,” tegasnya menyudahi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya