Berita

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha/Net

Politik

Dua Kementerian Ini Jadi Garda Depan Jawab Klaim Malaysia Atas Laut Ambalat

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dua kementerian harus menjadi garda depan dalam menjawab klaim sepihak Malaysia atas wilayah Laut Ambalat. Negeri jiran itu menerbitkan Buku Putih Pertahanan pada akhir tahun 2019, yag memuat peta Laut Ambalat sebagai wilayah mereka.

Dua kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha kedua kementerian punya tugas besar untuk mendaftarkan pulau di perairan tersebut ke PBB.

“Bukan terletak kepada Kementerian Pertahanan, tapi juga terletak pada KKP dan Kementerian Dalam Negeri. Hanya mereka yang punya wewenang yang diberikan kesempatan kepada PBB setiap tahunnya untuk daftarkan pulau-pulau itu,” kata Tamliha kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/9).


Legislator dari Fraksi PPP ini berharap pemerintah peka dengan adanya klaim Malaysia tersebut dan menyelesaikan pendaftaran pulau-pulau milik Indonesia ke PBB agar tidak ada klaim sepihak negeri jiran.

“Ini tergantung kepekaan pemerintahnya, saya berharap presiden memerintahkan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri KKP untuk menyelesaikan pendaftaran pulau-pulau baik pulau terdepan, terluar, dan tertinggal ke PBB harus tuntas gitu,” paparnya.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mendaftarkan pulau-pulau ke PBB dan menegur Malaysia yang telah mengklaim teritorial Indonesia. Tamliha juga meminta pemerintah menduduki Pulau Ambalat, agar tidak direbut negara lain.

“Jangan itu dijadikan proyek cicilan tiap tahun. Mendaftarkan pulaunya nyicil-nyicil. Jangan juga presiden enggak dikasih tahu soal ini,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya