Berita

Pernyataan Ahok soal kebobrokan di Pertamina tak sepenuhnya benar, meski beberapa ada benarnya juga/Net

Politik

Politikus PKB: Tak Semua Yang Dikatakan Ahok Benar, Meski Ada Benarnya Juga

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 | 11:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi VI DPR RI, Mohamad Toha, angkat bicara mengenai pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengungkap kebobrokan di PT Pertamina.

Komisaris Utama Pertamina itu mengatakan, Kementerian BUMN harus dibubarkan dan dijadikan seperti Tamasek di Malaysia lantaran jajaran direksi di Pertamina tidak becus dalam mengelola perusahaan.

“Tidak semua yang dikatakan Ahok benar, meski ada benarnya juga. Pembubaran Kementerian BUMN bukan solusi atas masalah, kita tidak bisa membandingkan dengan negara lain yang budayanya berbeda, misalnya budaya kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterbukaan,” kata M Toha kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/9).


Selain itu, politikus PKB itu mengatakan, pernyataan Ahok terkait adanya orang titipan di Pertamina dinilai ada benarnya. Sehingga harus ada restrukturisasi di jajaran petinggi perusahaan plat merah tersebut.

“Ada benarnya juga kata-kata Ahok seperti itu. Sebab, kalau itu dilakukan akan lebih efisien, karena permasalahan BUMN sekarang adalah tidak efisien dan mismanajemen,” ucapnya.

Dia pun meminta agar masyarakat mengubah anggapan bahwa bekerja di BUMN bergaji besar. Sebagaimana yang disinggung Ahok dalam sebuah video bersama Refly Harun.

"Pandangan bahwa bekerja di BUMN bergaji besar perlu dihilangkan, tentu dengan cara mengatur kembali struktur penggajian di BUMN,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya