Berita

Suhairi Mufti/Repro

Publika

Suhairi Mufti, 'Buaya Keroncong' Kesayangan Soekarno, Pelopor Gambang Kromong Modern Yang Terlupakan

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 18:47 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KHAZANAH musik nasional yang sangat kaya memiliki satu genre musik yang sangat disukai oleh masyarakat pada masanya.

Yaitu genre musik gambang kromong yang kini semakin terlupakan.

Gambang kromong adalah sejenis orkes yang bertumpu pada gamelan dipadu alat musik lainnya seperti gendang, gong, rebab. Ditambah alat-alat musik khas Tionghoa seperti tehyan, sukong, dan kongahyan.


Jenis musik ini pernah sangat populer pada era 1950-an ketika dipadukan dengan alat-alat musik modern, dan masuk ke dalam industri rekaman. Diedarkan melalui piringan hitam dan kaset secara luas.

Suhairi Mufti dengan lagu-lagu ciptaannya membawakan sekaligus memperkenalkan lagu-lagu gambang kromong modern ini bersama biduanita Lilis Suryani yang terkenal dengan lagu Gang Kelinci.

Lagu-lagu genre gambang kromong modern yang masuk dapur rekaman Studio Irama dan Studio Diastar pada 1950-an ini sangat disukai oleh masyarakat lapisan menengah-bawah, karena syair-syairnya antara lain mengkisahkan persoalan-persoalan keseharian di dalam masyarakat, diselingi celotehan-celotehan jenaka sang penyanyi.

Layaknya Iwan Fals, Suhairi Mufti membawakan lagu-lagu balada (kisah-kisah orang kecil) seperti tampak pada judul-judul lagunya antara lain Tukang Sol Sepatu, Rumah Gade, Mamat Keliling Kota, Pergi Kondangan, Tahun Baru, dan banyak lagi.

Selain membawakan genre baru gambang kromong modern, Suhairi Mufti adalah penyanyi dan pencipta lagu-lagu keroncong yang kerap diundang Presiden Soekarno ke istana pada waktu-waktu tertentu.  Boleh dibilang ia salah satu seniman keroncong kesayangan Soekarno.

Seniman keroncong pada masa itu juga dikenal dengan sebutan “Buaya Keroncong”, karena dedikasi dan totalitas mereka dalam bermusik keroncong.

Seperti diketahui, Presiden Soekarno adalah pecinta berbagai jenis musik, termasuk musik keroncong, yang selalu memiliki sesi waktu untuk mengundang para seniman musik untuk berpentas di istana, dengan audience yang terbatas sebagai hiburan pelepas penat bekerja.

Suhairi Mufti juga seorang seniman serbabisa yang selain bersuara merdu dan khas, juga pencipta lagu, menguasai sejumlah alat musik termasuk hawaian, yang semuanya dipelajarinya secara otodidak.

Pada 1970-an sampai awal 1980-an, Suhairi Mufti adalah pemain opera Papiko (Persatuan Artis dan Penyanyi Ibukota) yang dipimpin seniman terkenal Titiek Puspa.

Suhairi Mufti anak Betawi asli kelahiran Kampung Bali, Jakarta, pada sekitar 1920-an. Pernah mendirikan group musik Suara Djawa yang cukup terkenal. Salah satu personelnya adalah adik kandungnya, Rachmat Budiman, yang juga musisi dan mencipta sejumlah lagu keroncong.

Sang pelopor gambang kromong modern sebelum era Benyamin S dan Ida Royani ini, wafat di Bogor dekat Cibinong, pada 1999. Dimakamkan di sebuah pemakaman sederhana.

Pada masanya, nama Suhairi Mufti cukup terkenal hingga di Malaysia, Singapura, Brunei, dan sejumlah tempat dalam rangka show keliling dan rekaman lagu-lagunya.

Nama Suhairi Mufti ini patut dicatat dan patut diakui bahwa karya-karyanya juga merupakan salah satu kekayaan khazanah seni musik Indonesia.

Arief Gunawan

Wartawan Senior

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya