Berita

Nelayan/Net

Politik

KNTI: Kolaborasi Pengusaha Dan Calon Kepala Daerah Jadi Problem Nelayan

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 14:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah problem pilkada selalu membelit kaum nelayan dari tahun ke tahun. Secara garis besar, para pemimpin yang terpilih sering kali mengabaikan nasib nelayan.

Selain itu, program yang mereka buat saat terpilih juga tidak bersentuhan dengan nelayan.

Begitu urai perwakilan DPP Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Rustan saat diskusi virtual bertajuk Pilkada 2020 Peluang dan Tantangan Bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir yang digelar KNTI, BEM UNDIM, KMIP UGM, Himasei Unhas, Nusantara Terdidik, dan BEM FPIK Undip.


Kegiatan ini bekerja sama dengan FrontPage RMOL pada Selasa (15/9).

“Ada beberapa problem pilkada. Mereka yang dipilih nelayan tapi tidak memperhatikan nelayan,” terangnya.

Problem yang biasa yerjadi adalah saat ada calon yang berkolaborasi dengan perusahaan besar. Saat terpilih, para pengusaha kemudian menguasai calon dan nelayan terabaikan.

“Ini juga persoalan kita," katanya.

Kini para nelayan akan mengadakan kontrak politik dan pendekatan dengan para calon agar aspirasi bisa diwujud saat sang calon terpilih.

“Saya kira pilkada nanti, kami akan meyakinkan nahwa anda terpilih karena nelayan,” demikian Rustan.

Turut hadir dalam acara yang dipandu Cak Ulung ini, anggota Bawaslu Afifuddin, Direktur Perludem Titi Anggraeni, dan Direktur LIMA Ray Rangkuti.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya