Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustofa/Net

Politik

Pimpinan Komisi II: Sampai Saat Ini Belum Ada Opsi Penundaan Pilkada

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 16:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Desakan sejumlah elemen masyarakat untuk menunda gelaran Pilkada serentak 2020 mencuat. Hal itu dikarenakan jumlah penderita pandemi Covid-19 meningkat tajam.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustofa mengatakan peluang untuk menunda kembali pilkada serentak 2020 amat kecil. Pasalnya, sebelumnya sempat disepakati pelaksanaan pilkada jatuh pada bulan September, namun pemerintah dan parlemen sepakat untuk melakukan penundaan dan disepakati 9 Desember.

"Kemungkinan penundaan pilkada peluangnya kecil," kata Saan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/9).


Politisi Partai Nasdem itu menerangkan saat ini pilihan untuk menunda pilkada kecil karena tahapan yang dilakukan telah berjalan baik.

"Sampai saat ini belum ada opsi penundaan pilkada, karena semua tahapan yang sudah dan sedang berjalan semua berjalan relatif baik," katanya.

Mengenai adanya pelanggaran bakal calon kepala daerah dalam hal menjaga protokol kesehatan saat melakukan pendaftaran di KPU, Saan mengatakan hal tersebut sudah dievaluasi baik oleh KPU, maupun Bawaslu yang dilaporkan kepada Komisi II DPR.

"Bahwa ada beberapa masalah pada saat pendaftaran bapaslon karena banyak yang melanggar protokol kesehatan Covid 19, itu sudah dilakukan evaluasi agar dalam tahapan ke depan tidak terjadi lagi," imbuhnya.

Saan menambahkan, Komisi II tidak menutup kemungkinan bakal membahas desakan adanya penundaan pilkada dengan KPU dan juga Mendagri.

"Itu kita jadikan masukan untuk dibicarakan pada saat rapat kerja dengan KPU, Bawaslu, DKPP dan Mendagri," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya