Berita

Anggota Fraksi PAN DPR RI Guspardi Gaus/Net

Politik

Di Mata Guspardi Gaus, Pernyataan Dewan Pakar PKPI Ngawur Dan Salah Kaprah

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 11:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan dari Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi yang menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai LSM menuai polemik. Apalagi dia menuding bahwa pengurus MUI belum tentu ulama semua.

Anggota Fraksi PAN DPR RI Guspardi Gaus mengaku terkejut dengan penyataan tersebut. Menurutnya, Teddy Gusnaidi tidak paham dengan MUI dan hanya berbicara ngawur.

“Atau dia sengaja mencari sensasi agar menjadi perhatian publik atau paling tidak komentarnya bisa jadi ajang polemik, sehingga menjadi buah bibir di tengah masyarakat,” ujar Guspardi kepada wartawan, Senin (14/9).


Legislator Dapil Sumbar 2 ini pun mempertanyakatan motif di balik pernyataan seperti tersebut.

Sebab MUI baginya adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia.

Anggota Komisi II DPR RI ini mengurai lembaga yang sampai hari ini masih dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Prof. KH Maruf Amin itu dalam menjalankan tugas dan fungsinya dibantu oleh 12 komisi dan 10 badan atau lembaga.

MUI, lanjutnya, memberikan kepercayaan dan amanah di dalam lembaga ini kepada cendikiawan muslim, dan para tokoh yang berasal dari ormas Islam dan perguruan tinggi.

“Mereka sangat berkompeten dan mempunyai tingkat keilmuan yang tinggi. Latar belakang pendidikannya pun beragam dari berbagai disiplin ilmu baik dari universitas dalam negeri maupun universitas luar negeri,” tegasnya.

Secara tegas Guspardi mengatakan pernyataan yang menyamakan MUI dengan LSM ditambah lagi dengan kalimat pengurusnya belum tentu ulama, jelas sebuah penyataan yang sangat tendesius, melecehkan, menyudutkan dan mengkerdilkan lembaga MUI.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada MUI untuk dapat meminta klarifikasi orang bersangkutan. Karena menurut saya apa yang telah dinyatakannya itu ngawur dan salah kaprah,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya