Berita

Jurubicara Presiden Fadjroel Rachman/Net

Politik

Fadjroel Rachman Sindir Orang Tidak Bisa Kerja, Nasir Djamil: DNA-nya Cocok Di Oposisi

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 13:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sindiran tajam dilakukan Jurubicara Presiden Fadjroel Rachman lewat unggahan di akun Twitter pribadinya. Fadjroel memang tidak spesifik menyebut nama, namun dia menyindir sosok yang tidak bisa bekerja.

“Memang susah sih ini orang, enggak bisa kerja, maunya ribut saja,” tuturnya sembari mengunggah tokoh Giant dalam film Doraemon.

Twit Fadjroel tersebut direspon ribuan netizen. Warganet menyimpulkan Fadjroel tengah mengkritisi pejabat yang saat ini akan menerapkan PSBB total.


Merespon hal tersebut, politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menilai Fadjroel kurang cocok menjadi jurubicara presiden. Sebab jiwa kritis yang dimiliki Fadjroel masih terlalu tinggi.

“Fadjroel cocoknya memang berada di barisan oposisi. DNA Fadjroel itu selalu kritis dengan penguasa. Tapi karena sekarang dalam lingkaran kekuasaan, makanya dia sekarang sensitif kalau ada orang yang ribut dan meributkan penguasa,” ucapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/9).

Legislator dari Aceh ini mengatakan Fadjroel sebetulnya mengetahui situasi sebenarnya dalam hal pengelolaan pemerintah saat ini. Jiwa kritis Fadjroel tidak tersalurkan lantaran berada di dalam kekuasaan pemerintahan.

“Karena dia orang dalam, akhirnya serba salah. Kalau dia di barisan oposisi pasti argumentasinya provokatif dan konstruktif. Karena harus solider dengan kekuasaaan yang berkuasa, pernyataannya di media sosial tidak lagi mencerminkan posisinya sebagai juru bicara istana,” bebernya.

“Akibatnya kita bingung dia kasih pernyataan itu atas nama pribadi atau menyampaikan pesan presiden,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya