Berita

Seorang pemuda melempari petugas dengan batu karena membubarkan upacara keagamaan di Nepal, puluhan orang luka-luka/Net

Dunia

Lebih Dari Seribu Orang Menyerbu Petugas Yang Bubarkan Festival Keagamaan Di Nepal, Puluhan Luka-luka

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah larangan untuk berkumpul karena pembatasan pandemik Covid-19, lebih dari seribu orang malah sengaja berkumpul untuk merayakan festival keagamaan Machindranath di Nepal hingga berujung bentrok dengan pihak kepolisian pada Kamis (3/8).

Orang-orang berkumpul di daerah Pulchowk, di distrik Lalitpur, 8 km sebelah timur Kathmandu, untuk mengambil bagian dalam Festival Machindranath atau festival kereta api yang telah berusia berabad-abad di lembah tersebut.

Ketegangan mulai berkobar ketika polisi menolak upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan prosesi penarikan kereta patung dewa Rato Machindranath sebagai bagian dari prosesi perayaan.


Pemuda setempat mulai melempari batu bata kepada anggota polisi yang sedang bertugas, menanggapi hal itu polisi kemudian menembakkan peluru gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.

"Setengah lusin orang, termasuk beberapa polisi, menderita luka ringan. Sebuah kendaraan polisi juga rusak dalam kejadian tersebut. Namun, belum ada yang ditangkap sejauh ini," kata polisi, seperti dikutip dari India Outlook, Kamis (3/9).

Sejumlah besar personel polisi anti huru hara dikerahkan di daerah tersebut untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan

Kathmandu Post mengatakan festival tersebut adalah festival kereta terpanjang di Nepal yang dimulai tepat sebelum awal musim hujan, untuk menenangkan dewa hujan dan biji-bijian Rato Machindranath.

Pemerintah kabupaten pada Juli memerintahkan penduduk setempat yang terlibat dalam festival tahunan itu untuk menundanya sampai pandemik selesai.

Pemerintah distrik memperpanjang pembatasan virus korona selama satu minggu lagi setelah perintah larangan selama dua minggu berakhir pada Rabu (2/9) di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Menurut data universitas Johns Hopkins, Nepal telah melaporkan 42.877 kasus Covid-19 dengan 257 kematian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya