Berita

Kepala Suku Asli Raoni Metuktire/Net

Dunia

Kesehatan Terus Menurun Setelah Kehilangan Isteri, Kepala Suku Raoni Dirawat Karena Covid-19

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu pelindung paling terkenal dari hutan hujan Amazon, kepala suku asli Raoni Metuktire dilaporkan tengah dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Sejauh ini keadaannya sehat dan stabil.

Kekhawatiran kesehatan terbaru untuk kepala suku berusia 90 tahun itu datang lebih dari sebulan setelah dia keluar dari rumah sakit karena tukak lambung dan serangkaian masalah kesehatan lain yang dideritanya.

Sumber rumah sakit mengatakan Raoni kini dirawat Jumat di Rumah Sakit Dois Pinheiros di Kota Sinop.


"Keluarga Kepala Suku Raoni hanya memberi wewenang kepada kami untuk menginformasikan tentang kesehatannya setelah staf medis memastikan bahwa Raoni dalam keadaan baik dan tidak berisiko. Dia harus segera dipulangkan," kata Institut Raoni, yang dibentuk pada tahun 2001 untuk mempertahankan Amazon, seperti dikutip dari AFP, Senin (31/8).

"Meski demikian, usianya yang sudah lanjut (membutuhkan) perawatan dan dia akan dipantau oleh tim medisnya sampai dia benar-benar pulih," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dikenal karena hiasan kepala bulunya yang berwarna-warni dan cakram besar yang disisipkan di bibir bawahnya, Raoni, kepala suku Kayapo di utara-tengah Brasil, telah berkeliling dunia untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman yang ditimbulkan oleh perusakan hutan hujan terbesar di dunia.

Kesehatan Raoni mulai menurun setelah ia kehilangan istrinya yang telah mendampinginya selama lebih dari 60 tahun, Bekwyjka, yang meninggal pada bulan Juni lalu akibat stroke.

Kepala suku itu memiliki tanda-tanda pneumonia, tetapi sekarang bebas dari demam dan bernapas dengan normal, tanpa oksigen tambahan, kata institut itu.

Raoni berselisih dengan Presiden Jair Bolsonaro, yang menuduhnya mengambil uang dari kepentingan asing untuk mengkritik kebijakan lingkungan Brasil.

Presiden sayap kanan itu telah menghadapi kecaman dari para pencinta lingkungan dan komunitas internasional karena memimpin lonjakan deforestasi dan menyerukan agar lahan Amazon yang dilindungi dibuka untuk pertambangan dan pertanian.

Raoni pernah mengatakan kepada AFP dalam wawancara pada bulan Juni bahwa Bolsonaro menggunakan pandemik virus corona untuk memberantas rakyatnya.

Pandemik Covid-19 telah menyerang dengan sangat parah di antara kelompok-kelompok adat di Amazon yang memiliki riwayat kerentanan terhadap penyakit luar.

Asosiasi Masyarakat Adat Brasil (APIB) melaporkan bahwa sejauh ini telah ada 28.815 penduduk asli Brasil yang telah terinfeksi oleh virus corona baru, dan 757 telah meninggal.

Kepala adat terkemuka Brasil lainnya, Aritana Yawalapiti, meninggal karena komplikasi Covid-19 awal bulan ini pada usia 71 tahun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya