Berita

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly saat selesai menghadiri rapat kabinet di Istana Elysee/Net

Dunia

Diduga Terlibat Pengiriman Dokumen Rahasia Ke Rusia Perwira Senior Prancis Diringkus Aparat Keamanan

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis meluncurkan penyelidikan terhadap seorang perwira senior negara itu karena dicurigai berada di balik pelanggaran keamanan dengan mengirimkan dokumen sensitif ke kekuatan asing.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly pada Minggu (30/8) bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Media Prancis dan sumber yudisial bahkan menyebut Rusia menjadi negara yang mungkin menerima dokumen rahasia tersebut.

Sementara Radio Europe 1 melaporkan, bahwa seorang letnan kolonel Perancis yang  berbasis di Italia dan ditempatkan dengan NATO  diduga telah mengirimkan dokumen sensitif ke dinas rahasia Rusia. Parly mengatakan kementeriannya telah memberi tahu jaksa tentang kasus itu. Dia tidak merinci apa yang diduga dilakukan petugas itu.


"Yang dapat saya konfirmasikan adalah bahwa seorang perwira senior menghadapi proses hukum atas pelanggaran keamanan," kata Florence Parly kepada radio Europe 1, CNews dan surat kabar Les Echos, seperti dikutip dari France 24, Minggu (30/8).

"Kami telah menerapkan semua pengamanan yang diperlukan," kata Parly.

Sebuah sumber pengadilan kemudian membenarkan bahwa seorang perwira senior telah didakwa dengan tuduhan yang melibatkan "intelijen dengan kekuatan asing yang merusak kepentingan fundamental bangsa".

“Dia dituntut karena memberikan informasi kepada kekuatan asing serta mengumpulkan informasi yang merugikan kepentingan fundamental bangsa dengan tujuan untuk menyampaikannya kepada kekuatan asing dan membahayakan kerahasiaan pertahanan nasional,” kata sumber itu. .

Menurut informasi yang disiarkan Europe 1, pria itu ditangkap oleh dinas intelijen DGSI saat akan berangkat ke Italia pada akhir liburannya di Prancis dan ditahan di sebuah penjara di Paris. Pejabat itu berbicara bahasa Rusia dan terlihat di Italia dengan seorang pria yang diidentifikasi sebagai agen GRU, dinas intelijen militer Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya