Berita

Petugas polisi anti huru hara mengamankan area saat ratusan pengunjuk rasa melakukan kerusuhan di lingkungan Rosengard di Malmo, Swedia, pada 28 Agustus 2020/Net

Dunia

OKI Dan PBB Kutuk Aksi Pembakaran Al Quran Di Swedia

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 06:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengeluarkan pernyataan yang mengutuk aksi pembakaran kitab suci Alquran di kota Malmo, Swedia pada Jumat lalu.

Dalam sebuah pernyataan, blok yang bermarkas di Jeddah itu menggambarkan aksi pembakaran kitab suci umat Islam tersebut sebagai tindakan penghasutan dan provokasi yang bertentangan dengan upaya global untuk memerangi ekstremisme dan hasutan untuk kebencian berdasarkan agama dan keyakinan, seperti dikutip dari Memo, Minggu (30/8).

Sementara itu, OIC Islamophobia Observatory, sebuah badan yang memantau insiden Islamofobia di seluruh dunia, menyambut baik tindakan yang diambil oleh otoritas Swedia terhadap mereka yang membakar kitab suci umat Islam tersebut.


Dalam sebuah pernyataan, Observatorium meminta komunitas Muslim di Swedia "untuk menahan diri dan menghindari kekerasan".

Kepala Aliansi Peradaban PBB, Miguel Moratinos, juga mengutuk aksi yang dilakukan oleh ekstrimis sayap kanan di Swedia itu.

Moratinos menggambarkan insiden yang memicu kerusuhan di Malmo, sebagai perbuatan tercela dan sama sekali tidak dapat diterima, atau dapat dibenarkan.

"Moratinos mencatat bahwa tindakan menyedihkan yang dilakukan oleh pelaku kebencian, termasuk oleh ekstrimis sayap kanan dan kelompok radikal lainnya, memicu kekerasan dan menghancurkan struktur komunitas kita," ucap juru bicara Moratinos, Nihal Saad, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (30/8).

Saad menegaskan Moratinos mengajak komunitas keagamaan tidak terprovokasi insiden tersebut, serta bersama-sama mencegah penodaan terhadap kitab suci dan simbol-simbol agama lainnya.

"Tindakan ini merupakan penghinaan terhadap tujuan dan nilai yang dianut oleh Aliansi Peradaban PBB yang bekerja pada promosi saling menghormati dan memahami serta memperkuat dialog antara budaya dan antaragama," lanjut Saad.

Aksi unjuk rasa terjadi di selatan Swedia di mana orang-orang saling melempar batu ke arah polisi dan membakar ban, pada Jumat (28/9) malam. Sedikitnya 10 orang ditangkap dan beberapa polisi terluka dalam bentrokan tersebut.

Kerusuhan itu terjadi beberapa jam setelah seorang politisi Denmark anti-Muslim, Rasmus Paludan, dilarang memasuki wilayah itu.

Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu dan membakar ban di jalanan kota Malmo sejak Jumat malam. Eskalasi kekerasan terus meningkat hingga Sabtu dini hari.

Juru bicara kepolisian Swedia Rickard Lundqvist mengatakan kepada tabloid Expressen, sekitar 300 orang turun ke jalan terkait insiden sebelumnya di mana para pengunjuk rasa juga membakar Alquran.

Rasmus Paludan, pemimpin partai garis keras anti-imigrasi Denmark, akan melakukan perjalanan ke Malmo untuk berbicara di acara yang diadakan pada hari yang sama dengan sholat mingguan untuk Sabat Muslim. Tetapi pihak berwenang mencegah kedatangannya dengan mengumumkan bahwa dia telah dilarang memasuki Swedia selama dua tahun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya