Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Vaksin 2 Tahun

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 | 04:55 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KELIHATANNYA ini mengagetkan. Terlihat dari respons masyarakat di media sosial: vaksin Covid-19 buatan Tiongkok yang akan diproduksi di Biofarma Bandung itu hanya akan ampuh untuk waktu 2 tahun.

Pikiran di medsos pun berkembang: berarti tiap dua tahun harus vaksinasi Covid-19. Bahkan ada yang merasa tertipu.

Kekagetan itu tentu berasal dari ekspektasi yang kelewat tinggi. Atau tidak adanya penjelasan sejak awal.


Bisa juga karena orang ingat vaksinasi polio. Yang hanya sekali saja seumur hidup. Demikian juga vaksinasi BCG. Cukup dilakukan waktu masih bayi.

Tapi orang lupa vaksinasi meningitis. Yang bahkan hanya valid untuk satu tahun. Orang yang rajin umrah ke Makkah pasti merasakan itu: harus vaksinasi meningitis lagi setiap hendak umrah di dua tahun berikutnya.

Waktu mau umrah istri saya pernah ngedumel: "Kan tahun lalu sudah vaksin meningitis. Mengapa harus vaksin lagi," tanyanyi.

Saya pun menjelaskan soal vaksin ke istri saya. Maka kali ini dia tidak ikut mempersoalkan soal vaksin Covid-19 yang hanya valid untuk dua tahun

"Semua vaksin ya seperti itu. Tidak ada yang bisa untuk seumur hidup," ujar Dr. dr. Robert Arjuna, dosen yang memilih pensiun muda.

Seseorang yang menjalani vaksinasi tertentu antibodinya langsung tinggi -untuk melawan datangnya penyakit tertentu. Antibodi itu kian lama kian menurun. Bisa dilihat dari perkembangan angka titernya.

"Kalau angka titernya sudah di bawah 40, baiknya menjalani vaksin lagi. Yakni untuk menaikkan antibodi agar lebih tinggi lagi," ujar Robert.

Secara awam saya sering menyebut angka titer itu sebagai jumlah tentara yang akan melawan penyakit. Kalau angka titer anti-Covid kita 1.000, berarti kita punya 1000 tentara untuk melawan penyakit yang datang. Kalau angka titernya 35 berarti kita tinggal punya tentara 35 orang. Mungkin tidak cukup kuat untuk menahan pasukan musuh yang datang.

Di awal setelah melakukan vaksinasi kita pasti punya banyak tentara. Tentara itu lama-lama menua. Lelah. Sakit. Atau mati. Maka diperlukan penambahan tentara baru.

Kecepatan penurunan jumlah tentara (angka titer) itu tergantung kondisi tubuh. Kalau kondisi tubuh bagus maka penurunannya lambat. Kalau kondisi tubuh kurang baik penurunannya cepat.

Yang dimaksud vaksin Covid-19 hanya bisa untuk 2 tahun itu adalah bagi orang yang penurunannya cepat.

Sedang bagi yang baik, bisa lebih dari dua tahun. Bisa empat tahun. Atau berapa tahun saja.

Ada baiknya setelah dua tahun angka titer anti-Covid itu dicek ke laboratorium. Untuk mengetahui apakah angka titer anti-Covid-19 kita masih di atas minimal.

Kalau ternyata masih di atas minimal tidak perlu vaksinasi lagi. Sedang kalau sudah di bawah minimal perlu di-boaster dengan vaksinasi.

Dr Robert Arjuna adalah ahli gula darah, tapi gelar doktornya mengenai  kedokteran biomedik. Atau biomolekuler tapi setingkat lebih tinggi karena membahas tentang sel.

Sedang S-2 Robert ditempuh di Melbourne, Australia. Yakni untuk F2 isoprostan sebagai marker utama dari pencetus endapan plag di dinding pembuluh darah.

Anak nelayan dari kota kecil  Bagan Siapi-api yang lulus dokter dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini meraih gelar doktornya di Unair Surabaya.

Waktu muda ia terpilih sebagai juara dunia Young Investigator Awards di Taiwan 2003. Robert mengalahkan peserta dari 52 negara di Congress of Atherosclerosis dunia.

Apakah berarti setelah dua tahun harus vaksin Covid-19 lagi?

Belum tentu.

Pertama, lihat dulu apakah angka titernya masih cukup tinggi, masih di atas minimal.

Kedua, lihat dulu apakah ancaman Covid-19 masih ada.

Kalau angka titernya sudah di bawah minimal (tidak protektif lagi) dan ancaman Covid-19 masih ada, tentu harus vaksin lagi.

Tapi kalau pun angka titernya sudah di bawah minimal namun ancaman Covid-19 sudah tidak ada, untuk apa vaksinasi lagi. Bahkan tidak perlu dicek ke laboratorium.

Logikanya, setelah semua orang menjalani vaksinasi, Covid pun hilang dari muka bumi. Kan yang pernah sakit  sudah sembuh. Atau sudah meninggal. Mestinya tidak ada lagi virus Covid-19 yang tersisa di manusia.

Berarti ancaman virus Covid-19 sudah tidak ada.

Yang masih ada mungkin yang di bangsa kelelawar.

Jelaslah bahwa vaksin Covid-19 memang hanya untuk sekitar 2 tahun. Tapi untuk apa diributkan?

Vaksin polio pun sebenarnya tidak untuk seumur hidup. Bahwa setelah dewasa kita tidak perlu lagi vaksinasi polio itu karena penyakit polio tidak mau menyerang orang dewasa.

Vaksin memang berbeda dengan istri, yang bisa untuk seumur hidup.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Babak Baru Perang Iran-AS: Apa yang Berbeda?

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:40

Telkom AI Connect Dorong Lahirnya Talenta Digital yang Berguna bagi Industri

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:20

Daftar Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Sabet Sepatu Emas

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:11

Daftar 6 Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2030, Tuan Rumah Otomatis Melaju ke Putaran Final

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:00

Pakar Fisika Ulas Konsep Mimpi secara Ilmiah

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Film Hope Na Hong-jin Tembus 1 Juta Penonton dalam 3 Hari, Pecahkan Rekor Box Office Korea 2026

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Jangan Biarkan Indonesia Diceraiberaikan Perang Informasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:33

Tantangan Kembali ke UUD 1945

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:13

TNI-Polri Gagalkan Perdagangan Timah Ilegal Senilai Senilai Ratusan Juta

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:55

Gibran Tak di Sebelah Prabowo

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:40

Selengkapnya