Berita

Apple di China/Net

Dunia

AS Larang WeChat, China Ancam Boikot Apple

JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 | 12:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Luar Negeri China memberikan peringatan terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) terkait larangan penggunaan Aplikasi WeChat.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian pada Jumat (28/7) mengatakan, jika Washington melarang penggunaan aplikasi WeChat, maka Beijing bisa memboikot Apple.

"Jika WeChat dilarang, maka tidak akan ada alasan mengapa China menyimpan produk iPhone dan Apple," ujarnya seperti dikutip AFP.


Sehari sebelumnya, Kamis (27/8), Zhao mengatakan banyak orang China yang mengaku akan berhenti menggunakan iPhone jika WeChat dilarang di AS. Ia juga menuduh AS telah melakukan penindasan ekonomi sistematis terhadap perusahaan non-AS, salah satunya menargetkan aplikasi China.

Seorang pengguna media sosial China pada Jumat mengungkapkan keresahannya terkait dengan keputusan yang diambil oleh Washington dan Beijing terkait aksi saling blokir.

"Saya menggunakan Apple, tapi saya mencintai negara saya. Ini bukan konflik," ujar seorang pengguna di platform Weibo.

"Tidak peduli seberapa bagus Apple, itu hanya telepon. Bisa diganti, tapi WeChat berbeda. Orang China modern akan kehilangan jiwa mereka jika meninggalkan WeChat, terutama para pebisnis," ujar pengguna lain.

WeChat pada awalnya merupakan aplikasi pesan singkat. Namun seiring berjalannya waktu, fitur-fitur yang dimiliki oleh aplikasi buatan Tanscent tersebut berkembang menjadi alat pembayaran dan banyak hal.

Rencana boikot Apple oleh China muncul di tengah ketegangan dengan AS. Bulan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan larangan penggunaan WeChat dan TikTok mulai 15 September 2020 dengan alasan mengganggu keamanan nasional.

Sementara itu, Apple diketahui menyumbang 8 persen pasar ponsel pintar di China pada kuartal II 2020.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya