Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

The Klaxon: China Dan Pakistan Lakukan Eksperimen Patogen Mematikan Untuk Perang Biologi, Termasuk Virus Corona?

JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah media investigasi berbasis di Australia, The Klaxon mengungkap tim ilmuwan dari Institut Virologi Wuhan  dan Pakistan telah melakukan eksperimen berbahaya selama lima tahun.

Berdasarkan laporan yang ditulis oleh Anthony Klan dan dirilis di The Klaxon pada Selasa (25/8), para ilmuwan Wuhan telah mengembangkan penelitian patogen mematikan di Pakistan dengan berkedok Belt and Road Initiative (BRI).

Bulan lalu, sebuah perjanjian tiga tahun rahasia antara China dan Pakistan terungkap. Perjanjian tersebut berisi perluasan potensi kemampuan perang biologis.


Bahkan, hasil dari lima studi yang dilakukan oleh ilmuwan Wuhan dan Pakistan telah diterbitkan dalam makalah ilmiah, masing-masing melibatkan "deteksi dan karakterisasi" dari "patogen zoonosis".

Lima studi tersebut diterbitkan antara Desember 2017 hingga 9 Maret 2020 dan tampaknya mendahului pengumuman program bio militer Wuhan-Pakistan yang baru.

Penelitian tersebut terdiri dari eksperimen dan sekuensing genom dari West Nile Virus, MERS-Coronavirus, Crimean-Congo Hemorrhagic Fever Virus, the Thrombocytopenia Syndrome Virus, dan Chikungunya Virus.

"Saat ini, tidak ada obat atau vaksin untuk patogen ini, beberapa di antaranya dianggap paling mematikan dan paling menular di dunia," tulis Klan.

Penelitian dilakukan dengan sampel darah dari ribuan pria, wanita dan anak-anak Pakistan, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil dan bekerja dekat dengan hewan.

Mengutip sumber intelijen yang sangat kredibel, Klan mengatakan, bulan lalu China melalui Institut Virologi Wuhan, sedang menguji agen biologis yang mematikan di Pakistan dan memberikan pelatihan ekstensif tentang manipulasi patogen dan bio-informatika kepada ilmuwan Pakistan.

Berkenaan dengan kesepakatan rahasia yang ditandatangani antara militer Pakistan dan China untuk melakukan penelitian dalam "penyakit menular yang muncul" dan "pengendalian biologis penyakit menular", ada kekhawatiran utama bahwa Islamabad dapat menggunakan teknologi tersebut dalam perang biologis atau patogen mematikan dapat lolos secara tidak sengaja dari fasilitas yang tidak memadai.

Setiap penelitian yang dilakukan didukung dengan International Cooperation on Key Technologies of Biosafety berdasarkan kerja sama China-Pakistan Economic Corridor (CPEC).

CPEC sendiri merupakan komponen utama dari proyek infrastruktur besar-besaran BRI China yang diumumkan pada 2015.

Sementara, BRI telah banyak dikritik sebagai tabir untuk ekspansi kolonial China, meninggalkan negara-negara berkembang dengan utang dalam jumlah besar, sehingga memungkinkan Beijing untuk mengerahkan pengaruhnya atas mereka.

Saat ini, baik China dan Pakistan mengecam tuduhan tersebut. Namun Islamabad tampaknya mengonfirmasi adanya perjanjian antara militer Pakistan dan laboratorium Wuhan. Kendati begitu, tidak diketahui di mana keduanya melakukan penelitian.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya