Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diserang Siber, Bursa Saham Selandia Baru Kembali Terhenti

JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Selandia Baru terpaksa menghentikan kegiatan perdagangan bursa saham untuk hari keempat berturut-turut karena serangan siber pada Jumat (28/8).

Mengatasi hal itu pemerintah Selandia Baru memanggil Government Communications Security Bureau  (GCSB ) badan mata-mata negara itu untuk membantu memerangi pelanggaran keamanan yang sedang berlangsung.

"Kami saat ini mengalami masalah konektivitas yang tampak serupa dengan yang disebabkan oleh serangan DDoS parah dari lepas pantai minggu ini," kata NZX dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/8).


Serangan penolakan layanan (DDoS) terdistribusi melibatkan gangguan jaringan komputer dengan membanjiri mereka dengan volume lalu lintas internet. Ada penghentian pelatihan sementara serupa setiap hari sejak Selasa.

Penutupan pada hari Jumat (28/8) terjadi meskipun NZX menempatkan langkah-langkah tambahan untuk menjaga konektivitas sebelum bel pembukaan pasar.

"NZX terus bekerja dengan penyedia layanan jaringannya, Spark, dan mitra keamanan siber nasional dan internasional, termasuk GCSB, untuk mengatasi serangan siber baru-baru ini," katanya.

GCSB adalah badan intelijen Selandia Baru, yang bertugas menjaga infrastruktur negara dari serangan online.

Gangguan telah melanda di tengah musim pendapatan, biasanya salah satu periode tersibuk di NZX, ketika perusahaan seperti Air New Zealand dan operator telekomunikasi Spark mengumumkan hasil tahunan mereka.

NZX tetap bungkam tentang siapa di balik serangan tersebut.

Para ahli mengatakan kepada media lokal kemungkinan termasuk serangan yang disponsori negara, aktivis online dengan agenda anti-kapitalis seperti Anonymous, atau perusahaan kriminal yang mencari tebusan.

Regulator dari Financial Markets Authority (FMA) berhubungan dekat dengan NZX.

"NZX telah memberi tahu kami bahwa tidak ada sistem internal yang dikompromikan dan informasi perdagangan belum dilanggar," kata badan itu.

"Dalam situasi tersebut, FMA mendukung keputusan NZX untuk menghentikan perdagangan, untuk periode di mana emiten tidak dapat merilis informasi ke pasar dan investor tidak memiliki akses ke pengungkapan di situs nzx."

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya