Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Dunia

Pertama Kali Dalam Sejarah, Sidang Majelis Umum PBB Digelar Secara Hybrid

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar Sidang Majelis Umum ke-75 yang dimulai pada 21 September hingga 2 Oktober 2020.

Mempertimbangkan situasi pandemik Covid-19, maka Sidang Majelis Umum PBB untuk pertama kalinya akan digelar secara hybrid atau campuran antara bertemu secara fisik dan virtual.

Demikian yang disampaikan oleh Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Grata Endah Werdaningtyas dalam konferensi pers virtual pada Kamis (27/8).


"Sehubungan dengan pandemik Covid-19 dan adanya perbatasan jumlah delegasi negara anggota yang dapat hadir secara fisik di markas besar PBB di New York, maka untuk pertama kalinya dalam sejarah PBB, pertemuan Sidang Majelis Umum akan diselenggarakan secara hybrid," jelas Grata.

Nantinya, Grata mengatakan, hanya ada dua delegasi yang merupakan perwakilan tetap negara anggota PBB di New York yang dapat hadir secara fisik.

Sementara, para kepala negara/pemerintahan dan para menteri akan hadir secara virtual.

Presiden Joko Widodo sendiri akan menyampaikan pidatonya pada sesi Debat Umum yang merupakan bagian dari rangkaian pertemuan tinggi Sidang Majelis Umum PBB.

"Pidato Presiden RI akan disampaikan dalam bentuk pre-recorded message yang akan disiarkan secara virtual oleh PBB," sambung Grata.

Ada pun topik yang akan disampaikan oleh Jokowi nantinya merupakan pentingnya peran PBB untuk dipertahankan, khususnya dalam merespons tantangan global yang terjadi saat ini di tengah pandemik Covid-19.

Kendati begitu, menurut Dutabesar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Kelly Craft, Presiden Donald Trump akan menjadi satu-satunya pemimpin dunia yang menyampaikan pidatonya secara fisik di markas besar PBB, New York.

Tetapi belum ada informasi lebih lanjut mengenai kabar tersebut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya