Berita

Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta/Net

Dunia

Jutaan Dolar Stimulus Covid-19 Dikorupsi, Peralatan Medis Di Kenya Makin Langka

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 09:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Krisis kemanusiaan yang melanda Kenya tidak menghentikan aksi korupsi dan penggelapan dana yang dilakukan oleh para pejabatnya.

Di tengah protes warga yang kesulitan ekonomi dan petugas medis yang mogok karena kekurangan alat pelindung diri (APD), jutaan dolar stimulus Covid-19 pemerintah hilang dicuri.

Alhasil, Presiden Uhuru Kenyatta pada Rabu (26/8), mengumumkan dibukanya penyelidikan kasus dugaan korupsi dana stimulus pemerintah untuk menanggulangi wabah Covid-19.


"Lembaga terkait harus mempercepat penyelidikan yang sedang berlangsung dan menyimpulkan hal yang sama dalam waktu 21 hari sejak tanggal perjanjian ini," ujar Kenyatta seperti dikutip Anadolu Agency.

"Sejalan dengan kebijakan publik yang kami nyatakan tentang nol toleransi terhadap korupsi, semua orang yang terbukti bersalah sebagai akibat dari investigasi tersebut harus dibawa ke pengadilan, terlepas dari jabatan publik yang mereka pegang, atau status politik dan sosial mereka," jelasnya.

Sejauh ini, dari catatan pemerintah, Kenya sudah memiliki 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 30 triliun (Rp 14.700/dolar AS) yang berasal dari dukungan komunitas internasional untuk melawan Covid-19.

Namun, sebanyak jutaan dolar dilaporkan sudah dicuri dari kas Kementerian Kesehatan dan lembaga pemerintah lainnya.

Dugaan korupsi tersebut seiring dengan semakin langkanya peralatan medis, khususnya APD di berbagai rumah sakit di seluruh negeri.

Pekan lalu, para dokter di rumah sakit umum ibukota Nairobi melakukan aksi mogok kerja karena penundaan gaji dan kurangnya APD.

Padahal, data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan, Kenya sudah melaporkan 32.803 kasus Covid-19 dengan 559 kematian dan 19.055 sembuh. Artinya, masih banyak kasus aktif yang berada di negara Afrika Timur tersebut.

Selain para dokter, warga di sejumlah kota-kota besar juga melakukan aksi protes untuk menyerukan penyelidikan atas tuduhan korupsi dana stimulus Covid-19.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya