Berita

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kanan, berjabat tangan dengan pemimpin gerakan Hamas, Ismail Haniyeh, sebelum pertemuan mereka di Istanbul/Net

Dunia

Kecam Pertemuan Erdogan Dan Hamas, AS Tidak Ingin Rakyat Palestina Dirugikan

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan Amerika Serikat mengungkapkan keberatannya atas kedatangan dua pemimpin Hamas organisasi yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh AS di Turki baru-baru ini.

AS mengatakan sikap pemerintahan Recep Tayyip Erdogan itu hanya akan mengisolasi Turki dari komunitas internasional dan bisa merugikan kepentingan rakyat Palestina.

"Jangkauan berkelanjutan Presiden Erdogan terhadap organisasi teroris ini hanya berfungsi untuk mengisolasi Turki dari komunitas internasional, merugikan kepentingan rakyat Palestina, dan memotong upaya global untuk mencegah serangan teroris yang diluncurkan dari Gaza," kata pernyataan Departemen Luar Negeri, seperti dikutip dari VOA, Rabu (26/8).


Pernyataan itu mengatakan bahwa salah satu anggota Hamas yang berada di Istanbul diduga telah terlibat dalam berbagai serangan teroris, pembajakan, dan penculikan.  

"Kami terus meningkatkan keprihatinan kami tentang hubungan pemerintah Turki dengan Hamas di tingkat tertinggi," tambahnya.  

Amerika Serikat mengatakan ini adalah kedua kalinya sejak Februari Turki menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Hamas.

Pernyataan Amerika Serikat itu langsung dibantah oleh pemerintah Turki melalui Menlu Mevlut Cavusoglu.

“Mendeklarasikan perwakilan sah Hamas, yang berkuasa setelah memenangkan pemilihan umum demokratis di Gaza dan merupakan realitas penting kawasan itu, sebagai teroris tidak akan memberikan kontribusi apa pun untuk upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Mevlut, seperti dikutip dari Memo.

Ia menambahkan bahwa Ankara telah meminta Amerika Serikat untuk menggunakan pengaruh regionalnya untuk sebuah "kebijakan yang seimbang" yang akan membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina, daripada melayani kepentingan Israel.

Pertemuan tersebut, yang berlangsung Sabtu, menampilkan delegasi Hamas termasuk kepala Hamas di luar negeri Maher Salah, kepala kantor hubungan Arab dan Islam Hamas Ezzat Al-Rishiq dan perwakilan Hamas di Turki Jihad Yaghmor.

Juru bicara Hamas Hazem Qasem mengatakan bahwa posisi AS mencerminkan "intimidasi dan terorisme" yang dilakukan oleh pemerintah Amerika.

"Hamas adalah gerakan nasional yang berada dalam perjuangan kebebasan melawan pendudukan Israel dan terorisme," katanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya