Berita

Ilustrasi produksi vaksin/Net

Dunia

Masih Diragukan, Vaksin Sputnik V Buatan Rusia Sudah Jadi Rebutan 27 Negara

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 06:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski masih diragukan, vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, tampaknya tetap menjadi harapan banyak orang. Pasalnya, sebanyak 27 negara sudah menyatakan keinginannya untuk membeli vaksin pertama yang didaftarkan di dunia tersebut.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova saat melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin pada Rabu (26/8), mengutip Sputnik.

"Hari ini, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, 27 negara di dunia menyatakan keinginan untuk membeli vaksin untuk melawan infeksi virus corona baru buatan Rusia," ujar Golikova.


Di antara mereka ada Azerbaijan, Belarusia, Brasil, Venezuela, dan Kazakhstan. Baru-baru ini, Serbia juga menunjukkan minat yang sama.

Pada saat yang sama, Golikova mengatakan, banyak dari mereka juga menyatakan siap untuk melakukan kerja sama dengan Rusia terkait uji klinis tahap 3 Sputnik V.

"Hingga saat ini, vaksin terdaftar pertama, Sputnik V telah memulai uji klinis tahap ketiga. Kementerian Kesehatan Rusia, bersama dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah memilih tiga lokasi industri yang memiliki kompetensi untuk produksi industri vaksin," sambungnya.

Sputnik V sendiri dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dengan Kementerian Pertahanan. Pada 11 Agustus, Sputnik V telah didaftarkan sebagai vaksin Covid-19 pertama di dunia.

Meski sudah didaftarkan, Sputnik V belum rampung melakukan uji klinis tahap 3. Hal tersebut yang membuat banyak para ahli kesehatan, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih meragukan keamanan dari Sputnik V.

Saat ini, pengujian tahap terakhir tersebut akan melibatkan 40 ribu sukarelawan berusia 18 tahun ke atas.

Selain Sputnik V, Rusia juga bersiap untuk mendaftarkan EpiVacCorona, vaksin Covid-19 buatan Vector State Research Center yang dijadwalkan pada September atau Oktober tahun ini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya