Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Vietnam: Latihan Militer Beijing Di Laut China Selatan Bikin Ruwet Negosiasi Kode Etik Dengan ASEAN

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 16:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Vietnam mengutuk latihan militer yang digelar oleh China di kawasan Laut Laut China Selatan, termasuk Kepulauan Paracel yang juga ia klaim.

Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (26/8), jurubicara Kementerian Luar Negeri Le Thi Thu mengatakan, latihan militer China telah melanggar kedaulatan Vietnam dan memperumit penyelesaian sengketa Laut China Selatan.

"Latihan militer berulang China di (Kepulauan Paracel) melanggar kedaulatan Vietnam, mempersulit negosiasi kode etik (Code of Conduct (CoC)) para pihak di Laut China Selatan antara China dan ASEAN," ujar Le seperti dikutip Reuters.


Menurut Administrasi Keselamatan Maritim Hainan, China telah mulai menggelar latihan militer selama enam hari di perairan dekat Kepulauan Paracel pada pekan ini. Itu merupakan latihan militer kedua yang dilakukan oleh Beijing di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir.

Selama ini, China telah mengklaim sekitar 80 persen wilayah Laut China Selatan menggunakan "sembilan garis putus-putus" yang mencakup wilayah yang diklaim oleh Vietnam, Filipina, Singapura, Brunei, Malaysia, dan Taiwan.

Sembilan garis putus-putus yang membentuk huruf "U" tersebut juga tumpang tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Indonesia.

Bulan lalu, Vietnam dan Filipina telah mengkritik latihan militer China di Laut China Selatan.

Sejauh ini, penyelesaian sengketa Laut China Selatan masih belum menemukan titik terang. Pada KTT ASEAN-China yang digelar 26 Juni di Hanoi, Vietna, dan Filipina menjadi penantang paling vokal terhadap klaim China. Keduanya memperingatkan ketidakamanan regional di tengah agresifitas Beijing selama pandemik Covid-19.

Saat ini, Vietnam menjadi Ketua Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang belum bisa menyelesaikan negosiasi terkait CoC Laut China Selatan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya