Berita

Raja Yordania Abdullah II menyambut Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi menjelang KTT di ibu kota Amman/Net

Dunia

Masalah Palestina Jadi Bahasan Serius Pada Pertemuan KTT Amman, Raja Abdullah: Hentikan Campur Tangan Asing

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 15:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Yordania, Irak, dan Mesir, menyatakan komitmen mereka untuk beberapa kerja sama, pada pertemuan di Amman, Selasa (25/8). Ketiga negara itu juga memperbarui komitmen mereka terhadap negara Palestina, serta mengecam campur tangan asing di kawasa Arab.

Raja Yordania Abdullah, Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi, dan Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi, menyetujui untuk meningkatkan hubungan di bidang kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan ketahanan pangan.

Dalam KTT yang dilakukan dengan mengedepankan jarak sosial di Bandara Internasional Queen Alia di pinggiran Amman, ketiga pemimpin membahas upaya untuk mengintegrasikan ekonomi ketiga negara.


Ketiganya sepakat untuk mencari solusi politik untuk konflik di dunia Arab saat mereka meresmikan aliansi mereka yang berkembang sebelum tahun 2021 yang penuh dengan tantangan untuk kawasan tersebut.

“Pertemuan kita hari ini sangat penting mengingat kondisi luar biasa saat ini di kawasan dan dunia,” kata Raja Abdullah, menyerukan tindakan bersama untuk menghadapi perkembangan pesat dan campur tangan asing di wilayah Arab, seperti dikutip dari Alkhaleej Today, Rabu (26/).

"Masalah Palestina tetap menjadi masalah inti di wilayah tersebut," kata Raja Abdullah.

Dia mengatakan Yordania terus menyerukan solusi dua negara yang mengakhiri pendudukan Israel.

El Sisi mengulangi pentingnya perjuangan Palestina, dengan mengatakan solusi dua negara akan berdampak positif pada seluruh wilayah.

Sementara Al Kadhimi menceritakan tentang keinginan Irak untuk hubungan yang seimbang dengan tetangga Arabnya, termasuk zona ekonomi bersama antara ketiga negara untuk memperdalam integrasi dan kerja sama ekonomi.

Perdana Menteri Irak itu menggarisbawahi bahwa, "Ikatan geografis dan historis antara tiga negara memberikan dasar yang kuat untuk membangun kemitraan ekonomi jangka panjang."

Ia menyoroti keinginan Baghdad untuk kerja sama baru di bidang perdagangan, investasi, energi, listrik, infrastruktur, transportasi dan perawatan kesehatan.

Menurut sumber resmi, Libya juga menjadi topik utama pertemuan bilateral tersebut. Peran Turki di Afrika Utara dan Suriah, Bendungan Renaisans Agung dan keamanan air serta hak-hak Mesir dan Sudan, dibahas tipsi-tipis dalam diskusi tiga pimpinan itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya