Berita

Politisi Partai Republik, Nikki Haley/Net

Dunia

Politisi Republik: Joe Biden Adalah Hadiah Untuk Iran, ISIS Dan Komunis China

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 14:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump sudah tepat. Trump dengan tegas membela Amerika dan melawan musuh, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh lawannya, Joe Biden ataupun pendahulunya, Barack Obama.

Begitu yang disampaikan oleh mantan Dutabesar AS untuk PBB, Nikki Haley yang saat ini merupakan politisi Partai Republik yang sedang naik daun. Ia menjadi salah satu pembicara dalam Konvensi Nasional Partai Republik (RNC).

Merujuk pada pengalamannya di PBB, Haley mengatakan, organisasi internasional bukan lah tempat untuk orang yang lemah hati.


"Ini adalah tempat di mana diktator, pembunuh, dan pencuri mencela Amerika, lalu mengulurkan tangan dan menuntut kami membayar kompensasi," ujarnya seperti dikutip Arab News, Selasa (25/8).

"Presiden Trump mengakhiri semua itu. Dengan kepemimpinannya, kita melakukan apa yang (mantan Presiden) Barack Obama dan (mantan Wakil Presiden) Joe Biden tidak bisa lakukan. Kami membela Amerika dan melawan musuh kami," terangnya.

Pada Desember 2016, kata Haley, pemerintahan Obama abstain dalam resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 untuk mengutuk aktivitas pemukiman wilayah Palestina yang diduduki. Hal tersebut membuat Israel sebagai sekutu AS dikecam habis-habisan.

Di sisi lain, Trump justru berani memindahkan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai upaya untuk memveto resolusi tersebut.

"Joe Biden hadiah bagus untuk Iran dan ISIS, hebat untuk Komunis China, dan dia adalah berkah untuk semua orang yang ingin Amerika meminta maaf, abstain, dan meninggalkan nilai-nilai kita," terangnya.

"Donald Trump mengambil pendekatan berbeda. Dia tangguh terhadap China, dia melawan ISIS dan menang. Dan dia memberi tahu dunia apa yang perlu didengarnya," imbuhnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya