Berita

Istri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Melania Trump saat menyampaikan pidatonya di Rose Garden, Gedung Putih, Washington/Net

Dunia

Bawakan Isu Rasisme Dalam Pidatonya, Berhasilkah Melania Trump Galang Dukungan Untuk Sang Suami?

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 13:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump ikut menyampaikan pidatonya pada hari kedua Konvensi Nasional Partai Republik (RNC). Bahkan pidato perempuan kelahiran Slovenia tersebut mendapatkan perhatian yang sangat besar.

Bertempat di Rose Garden, Gedung Putih pada Selasa (25/8), Melania menyampaikan pidatonya secara virtual. Dengan suara lembut namun menggebu-gebu, perempuan 50 tahun tersebut menyampaikan isu rasisme.

Sejak pemilihan 2016, Melania memang menjadi daya tarik dukungan para imigran terhadap Donald Trump. Sebagai seorang imigran, Melania tepat untuk menyuarakan isu tersebut.


"Seperti Anda semua, saya telah merenungkan kerusuhan rasial di negara kita. Sungguh kenyataan pahit bahwa kami tidak bangga dengan (kerusuhan rasil) menjadi bagian dari sejarah," ujar Melania dalam video yang diunggah BBC.

"Saya mendorong Anda untuk fokus pada masa depan kita, sambil tetap belajar dari masa lalu," sambungnya.

Melania mengatakan, pemerintahan suaminya telah memberikan penghormatan 100 tahun ratifikasi Amandemen ke-19 Konstitusi AS untuk memberikan hak pilih pada perempuan.

"Saya merefleksikan pengaruh suara perempuan dalam cerita bangsa kita dan betapa bangganya saya akan memberikan suara lagi untuk Donald, November ini," ucap Melania.

"Kita harus memastikan bahwa perempuan didengar dan impian Amerika terus berkembang," tegasnya.

Kendati begitu, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Washington Post baru-baru ini menunjukkan, Joe Biden memimpin Trump dalam dukungan di kalangan perempuan. Biden mendapatkan 56 persen, sementara Trump 40 persen.

"Sebagai seorang imigran, dan wanita yang sangat mandiri. Saya mengerti betapa istimewa yang kami miliki," katanya.

Di balik pidato istrinya, Trump telah dikritik karena menggunakan Gedung Putih sebagai latar belakang konvensi. Bahkan itu dilakukan di tengah munculnya kembali isu penggunaan fasilitas pemerintah untuk kampanye Trump.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya