Berita

Aksi mogok kerja ribuan dokter di Korea Selatan/Net

Dunia

Ribuan Dokter Mogok Kerja Di Tengah Lonjakan Infeksi Covid-19, Pemerintah Korsel: Kami Ambil Tindakan Hukum

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 12:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Korea Selatan mendesak ribuan dokter yang melakukan aksi mogok kerja untuk kembali bekerja seiring dengan melonjaknya infeksi virus corona di ibukota dan sekitarnya.

Aksi mogok kerja para tenaga kesehatan untuk memprotes rencana pemerintah yang akan menambah kuota mahasiswa kedokteran membuat perawatan pasien Covid-19 terhambat.

Pada hari ketiga mogok kerja berturut-turut, Rabu (26/8), para dokter yang didominasi oleh dokter magang dan residen didesak untuk kembali ke pos-nya oleh Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.


"Pemerintah sekarang tidak punya pilihan selain mengambil tindakan hukum yang diperlukan seperti perintah untuk membuka bisnis (klinik) agar tidak membahayakan nyawa dan keselamatan warga," ujar Park seperti dikutip Reuters.

"Kami mendesak semua peserta pelatihan dan sesama dokter untuk segera kembali bekerja," sambungnya.

Awal pekan ini, para dokter yang diwakili oleh Asosiasi Medis Korea (KMA) dan Asosiasi Penduduk Intern Korea (KIRA) sudah melakukan pembicaraan dengan pemerintah. Namun gagak menemukan solusi.

Dalam sebuah pernyataan, KMA mengatakan, komunitas medis selalu terbuka untuk segala kemungkinan pembicaraan dengan pemerintah. KMA juga menegaskan bahwa para dokter pun terpaksa melakukan pemogokan.

"Kami dengan tulus ingin (Anda) kembali. Kami meminta Anda untuk mendengarkan suara kami sehingga kami dapat bertemu dengan pasien kami secepat mungkin," ujar KMA.

Menurut laporan Yonhap aksi mogok kerja pada Rabu melibatkan para dokter di lima rumah sakit besar Korea Selatan. Aksi tersebut membuat banyak jadwal operasi tertunda.

Para dokter sendiri melakukan mogok untuk menentang rencana pemerintah yang akan meningkatkan kuota mahasiswa kedokteran selama 10 tahun ke depan, mendirikan sekolah kedokteran umum, mengizinkan asuransi pemerintah menanggung lebih banyak pengobatan tradisional, dan memperkenalkan lebih banyak pilihan telemedicine.

Pemerintah berdalih, rencana tersebut dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis kesehatan seperti pandemik Covid-19 di masa yang akan datang.

Namun, menurut para dokter, dana rencana tersebut lebih baik dialihkan untuk meningkatkan gaji para dokter residen dan magang yang harus pindah dari Seoul ke pedesaan. Sementara asosiasi mengatakan, peningkatan jumlah dokter di Korea Selatan harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan.

Saat ini, Korea Selatan, khususnya wilayah Seoul tengah mengalami lonjakan infeksi virus corona.

Pada Selasa tengah malam (25/8), Korea Selatan melaporkan 320 kasus baru Covid-19 dan 2 kematian dalam 24 jam. Sehingga totalnya menjadi 18.265 infeksi dengan 312 kematian.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya