Berita

Alexei Navalny/Net

Dunia

Rusia Tolak Seruan Investigasi Keracunan Alexei Navalny, Curigai Adanya Campur Tangan Asing

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 08:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia menolak desakan Jerman untuk melakukan investigasi terkait dugaan Alexei Navalny diracun. Kremlin mengatakan diagnosis awal dari rumah sakit Jerman belum meyakinkan.

Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov pada Selasa (25/8) mengatakan, rumah sakit Berlin belum mengidentifikasi secara pasti zat di balik penyakit parah yang diderita Navalny saat ini. Selain itu, ia juga mengaku heran dengan perilaku dokter Jerman yang seakan "terburu-buru" menggunakan kata keracunan.

"Pasti ada alasan untuk melakukan investigasi. Untuk saat ini, yang Anda dan saya lihat adalah pasien dalam keadaan koma," ujarnya kepada wartawan seperti dikutip Reuters.


Ia mengatakan, jika keracunan sudah ditetapkan sebagai penyebab sakitnya Navalny, maka Kremlin akan melakukan investigasi.

Selain itu, menanggapi rumor yang beredar, Peskov mengatakan, klaim bahwa Presiden Vladimir Putin ikut terlibat dalam insiden yang terjadi pada Navalny adalah tidak benar dan omong kosong.

Sementara itu, ketua majelis rendah parlemen Rusia yang merupakan sekutu Putin justru mengeluarkan penyelidikan terkait campur tangan pasukan asing dalam penyakit Navalny yang berusaha untuk memicu ketegangan dengan Kremlin.

Sebelumnya, pada Senin (24/8), Kanselir Jerman, Angela Merkel menyerukan dilakukannya penyelidikan atas insiden yang menimpa Navalny setelah dokter menemukan adanya indikasi zat beracun dalam tubuhnya.

Sejumlah seruan yang sama dari dunia internasional juga berdatangan. Mulai dari diplomat Uni Eropa Josep Borrell, Dutabesar AS untuk Rusia John Sullivan, hingga Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde.

Navalny yang merupakan tokoh oposisi Rusia pekan lalu mengalami insiden yang diduga keras sebagai keracunan. Ia pingsan di dalam pesawat yang membawanya dari Tomsk ke Moskow. Akibatnya, pesawat melakukan pendaratan darurat dan Navalny dibawa ke rumah sakit di Omsk.

Pada Sabtu (22/8), Navalny kemudian dipindahkan ke Jerman untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya