Berita

Presiden Palestina Mahmoud Abbas/Net

Dunia

Mahmoud Abbas: Mana Mungkin Bisa Tercapai Perdamaian Kalau Memilih Cara Melangkahi Palestina!

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali menyinggung soal normalisasi yang dilakukan antara UEA dan Israel saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di Ramallah pada Selasa (25/8).

Abbas mengatakan bahwa perdamaian di kawasan itu tidak akan dicapai dengan cara 'melangkahi Palestina' menuju normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel.

"Tidak ada perdamaian atau stabilitas di kawasan itu tanpa rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan mereka," kata Abbas, seperti dikutip dari AA, Selasa (25/8).


Pekan lalu, Uni Emirat Arab dan Israel mengumumkan kesepakatan yang ditengahi AS untuk menormalkan hubungan mereka, dalam sebuah tindakan yang menarik kecaman luas dari Palestina.

"Israel masih membangun permukiman dan tidak meninggalkan rencana aneksasi [di Tepi Barat] yang merupakan praktik yang menghancurkan proses perdamaian," kata Abbas merujuk pada apa yang dilakukan Israel meskipun sudah melakukan normalisasi dengan UEA.

Sementara itu Dubes Inggris pada bagiannya menekankan komitmen negaranya terhadap "solusi dua negara" dan penentangannya terhadap rencana aneksasi Israel.

"Kami ingin melihat peningkatan dalam kehidupan rakyat Palestina dan itu bisa datang melalui perdamaian berdasarkan proses negosiasi antara Israel dan Palestina," kata Raab.

Menteri luar negeri Inggris itu tiba di Ramallah usai berkunjung ke Yerusalem untuk bertemu dengan pejabat Israel.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya