Berita

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas/Net

Dunia

Menlu Jerman: Turki Dan Yunani Sedang Bermain Api, Percikan Kecil Pun Bisa Jadi Bencana

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 06:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mengatakan bahwa Turki bersedia berdialog sebagai solusi untuk menyelesaikan ketegangan yang sedang berlangsung dengan Yunani di Mediterania Timur mengenai batas maritim dan eksplorasi energi.

Hal tersebut dikatakan Maas saat berada di Athena pada Selasa (25/8). Dalam kesempatan yang sama dia juga mengatakan bahwa kedua negara yang telah lama bersitegang itu sedang melakukan permainan berbahaya di Laut Mediterania.

"Turki dan Yunani kini sedang bermain api di Mediterania Timur dan percikan apa pun dapat menyebabkan bencana," katanya dalam konferensi pers bersama dengan Mebteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias, seperti dikutip dari AA, Selasa (25/8).


Maas mengatakan setelah kunjungannya di Yunani selesai dia akan langsung menuju ke ibu kota Turki, Ankara, untuk bertemu dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu.

Pekan ini,  baik Turki maupun Yunani sama-sama mengirimkan peringatan yang bertentangan tentang eksplorasi energi dan latihan militer di Mediterania.

Yunani telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki yang saat ini tengah dilakukan di Mediterania Timur dan mencoba mengotak-atik wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Turki negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania  telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak di wilayah tersebut.  Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan menguntungkan semua pihak, kata pejabat Turki.

Maas mengatakan Turki menginginkan dialog, dan Jerman akan berupaya untuk mengurangi ketegangan.

"Dalam ketegangan baru-baru ini, UE dan Jerman mendukung Yunani," kata Maas seraya menambahkan bahwa dialog akan menguntungkan semua orang.

Sementara itu, Dendias mengatakan Yunani juga  siap untuk berdialog dengan Turki tetapi terus mempertahankan apa yang disebutnya hak kedaulatan.

Selain melakukan dialog dengan Menlu Dendias Maas juga bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dan mantan perdana menteri Yunani yang kini pemimpin oposisi Alexis Tsipras.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya