Berita

Taobao/Net

Dunia

Khawatir Dengan 'Infiltrasi' Beijing, Taiwan Perketat Pengawasan Terhadap Perusahaan China

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taiwan meningkatkan pengawasan dan pengetatan regulasi terhadap perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di pulau tersebut, khawatir akan adanya "infiltrasi" dari Beijing.

Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang pada Selasa (25/8) mengatakan, pihaknya akan memperketat aturan terhadap perusahaan China dan menyelidiki operasi mereka di pulau tersebut.

Selain itu, Su mengatakan, saat ini pemerintah sedang mendukung langkah-langkah untuk menegakkan peraturan dalam undang-undang yang mengatur hubungan Taiwan dengan China.


"Taiwan tidak akan membiarkan investasi China menarik, berbelok di setiap titik, seperti pemerintah tidak memiliki kendali dan tidak dapat mengendalikannya," kata Su, melansir Reuters.

“Kami memiliki pemerintahan, dan kami tidak akan melakukannya seperti ini," sambungnya.

Terbaru, Taiwan berencana untuk menghentikan penjualan lokal layanan streaming televisi internet China, Taobao.

Pekan ini, pemerintah memberikan waktu enam bulan bagi Taobao untuk mendaftar ulang apakah perusahaan tersebut didukung oleh China. Jika tidak, Taobao harus meninggalkan pulau tersebut.

Sementara itu, pihak Taobao Taiwan berdalih mereka memiliki mekanisme yang berbeda dengan Taobao China yang dimiliki oleh Alibaba Group dan tidak termasuk di salamnya.

Tapi, Pemerintah Taiwan mengatakan operator Taobao Taiwan yang terdaftar di Inggris dikendalikan oleh Alibaba.

Taiwan memang sudah lama mencurigai pengaruh China, termasuk dengan menyebarkan berbagai berita palsu secara daring.

Saat ini, ketegangan antara Taiwan dan China semakin tinggi, khususnya dengan berbagai manuver yang dilakukan oleh Beijing di dekat Selat Taiwan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya