Berita

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres/Net

Dunia

Lima Bulan Diserang Virus Corona, Sektor Pariwisata Dunia Kehilangan Rp 4.683 Triliun

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 12:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terpukul oleh pandemik Covid-19. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut, sebanyak 320 miliar dolar AS atau Rp 4.683 triliun (Rp 14.600/dolar AS) terkait pendapatan pariwisata hilang selama lima bulan pertama 2020.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, pariwisata merupakan sektor terbesar ketiga yang menyumbang perekonomian dunia setelah bahan bakar dan bahan kimia. Pada 2019 saja, sektor pariwisata menyumbang 7 persen dari perdagangan global.

"(Sektor) ini mempekerjakan satu setiap 10 orang di Bumi dan menyediakan mata pencaharian bagi ratusan juta lebih orang," ujarnya seperti dikutip Associated Press.


Selain dapat meningkatkan ekonomi, sektor pariwisata memungkinkan terjadinya pertukaran budaya yang membuat manusia semakin dekat satu sama lain.

Kendati begitu, data PBB menunjukkan, kedatangan turis internasional selama lima bulan pertama 2020 anjlok lebih dari setengahnya. Bahkan lebih dari 120 juta pekerjaan terkait sektor tersebut berisiko selama pandemik.

"Ini menjadi kejutan besar bagi negara-negara maju yang lebih kaya, tetapip untuk negara-negara berkembang, ini adalah keadaan daruray, terutama bagi negara berkembang kepulauan kecil dan negara-negara Afrika," jelasnya.

Bagi beberapa negara berkembang, sektor pariwisata dapat menyumbang lebih dari 20 persen pendapatan domestik bruto (PDB) mereka.

Kepala intelijen pasar dan daya saing Organisasi Pariwisata Dunia PBB, Sandra Carvao mengatakan, kerugian sektor pariwisata dari Januari hingga Mei 2020 mencapai Rp 4.683 triliun atau tiga kali lipat dari kerugian krisis global pada 2009.

Yang terburuk, pendapatan pariwisata bisa turun menjadi 910 miliar dolar AS menjadi 1,2 triliun dolar AS pada 2020. PDB global pun dapat berkurang sebesar 1,5 persen menjadi 2,8 persen.

Pasalnya, selain sektor pariwisata, beberapa sektor terkait termasuk layanan makanan yang menyediakan 144 juta lapangan pekerjaan di seluruh dunia juga ikut terkena imbasnya.

Guterres mengatakan, pariwisata secara tidak langsung telah menjaga pelestarian hewan dan alam. Sehingga penurunan sektor tersebut membuat tingkat perburuan dan perusakan habitat semakin tinggi.

Guterres menyerukan agar sektor pariwisata dibangun kembali dengan cara yang aman bagi komunitas tuan rumah, pekerja, dan pelancong.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya