Berita

Ibrahim Boubacar Keita/Net

Dunia

Junta Militer Setuju Bebaskan Keita Bersiap Bentuk Pemerintah Transisi

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Junta militer yang merebut kekuasaan dari tangan Ibrahim Boubacar Keita lewat sebuah aksi kudeta akhirnya setuju untuk membebaskannya dan akan segera mendirikan pemerintahan transisi yang dipimpin oleh militer untuk memerintah selama tiga tahun.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang sumber yang ikut dalam rombongan delegasi Afrika Barat yang berkunjung ke Mali pada Minggu (23/8).

"Junta telah menegaskan bahwa mereka menginginkan transisi tiga tahun untuk meninjau kembali fondasi negara Mali. Transisi ini akan dipimpin oleh sebuah badan yang dipimpin oleh seorang tentara, yang juga akan menjadi kepala negara," sumber di delegasi ECOWAS di ibu kota Bamako, seperti dikutip dari AFP, Senin (24/8).


Sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu mengatakan bahwa junta mengusulkan agar sebagian besar struktur pemerintahan berasal dari pihak militer.

Sumber itu juga mengatakan pihak junta tidak akan menghalagi Keita untuk bepergian ke luar negeri selama itu terkait dengan urusan kesehatan.

"Dan jika dia ingin bepergian ke luar negeri untuk pengobatan, itu tidak menjadi masalah," kata sumber tersebut.

Sementara itu Perdana Menteri Boubou Cisse, yang telah ditahan bersama Keita di sebuah pangkalan militer di luar ibukota tempat kudeta dimulai, akan dipindahkan ke tempat tinggal yang aman di kota itu.

Keterangan dari sumber itu diperkuat oleh pernyataan seorang pejabat junta yang mengkonfirmasi kepada AFP tentang keputusan nasib Keita dan Cisse. Pejabat itu juga membenarkan mengenai usulan untuk mengangkat presiden dan para pejabat negara dari pihak militer selama tiga tahun masa transisi.

Kudeta merupakan ujung dari protes berbulan-bulan yang menyerukan agar Keita mengundurkan diri karena ketidakpuasan publik terhadap pemerintah yang dianggap tumbuh  di atas pemberontakan militan Islam yang brutal serta runtuhnya ekonomi di negara itu.

Meski mendapat kecaman internasional, ribuan pendukung oposisi merayakan penggulingan presiden di jalan-jalan Bamako.

Junta mengatakan pihaknya telah "menyelesaikan pekerjaan" para pengunjuk rasa dan telah berjanji untuk menggelar pemilihan dalam waktu yang tepat.

Namun tetangga Mali telah meminta Keita untuk dipekerjakan kembali, dengan mengatakan tujuan kunjungan delegasi dari blok ECOWAS regional adalah untuk membantu memastikan segera kembalinya tatanan konstitusional, alih-alih pengambilalihan kekuasaan oleh para junta.

Kudeta yang terjadi pada Selasa pekan lalu adalah yang kedua kalinya terjadi di Mali selama kurun waktu delapan tahun terkahir. Hal itu telah meningkatkan kekhawatiran atas stabilitas regional karena pemberontakan jihadis yang sekarang mengancam negara tetangganya, Niger dan Burkina Faso.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya