Berita

Raja Mohammed VI dari Maroko/Net

Dunia

Banyak Warga Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Raja Mohammed VI Khawatir Harus Berlakukan Kuncian Total

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 08:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Maroko menjadi salah satu negara yang dianggap berhasil menangani wabah Covid-19 sejak awal. Namun saat ini, negara di Afrika Utara tersebut tengah mengalami tantangan dengan meningkatnya jumlah infeksi dan angka kematian.

Setelah lockdown dicabut pada akhir, banyak warga Maroko yang melanggar aturan jarak sosial dan protokol kesehatan lain, termasuk mengenakan masker dan penggunaan disinfektan.

Perilaku warga tersebut kemudian membuat Raja Mohammed VI memberikan peringatan akan bahayanya penyakit Covid-19.


"Seandainya perlengkapan kebersihan dan pembersih tidak tersedia di pasar, atau harganya mahal, perilaku seperti itu mungkin dapat dimengerti. Namun, otoritas pemerintah telah memastikan bahwa bahan-bahan ini tersedia secara melimpah dan harganya sangat terjangkau," ujar Raja Mohammed VI dalam pidato Hari Revolusi ke-67 pada Kamis (20/8).

Raja mengatakan, tindakan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan telah bertentangan dengan nilai-nilai patriotisme dan semangat solidaritas. Dengan memburuknya situasi yang ada, ia mengaku sulit bagi negara untuk mengendalikannya

"Memburuknya situasi kesehatan saat ini sangat disayangkan dan tidak menyisakan banyak ruang untuk optimisme. Siapa pun yang memberi tahu Anda sebaliknya, hanya berbohong kepada Anda," ujarnya.

Menurut Raja, setelah kuncian dicabut, jumlah kasus yang dikonfirmasi, pasien dengan gejala parah, dan kematian akibat virus sudah meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan selama kuncian.

"Jika angka terus meningkat, Komite Ilmiah Covid-19 dapat merekomendasikan penguncian lagi, mungkin dengan pembatasan yang lebih ketat. Jika keputusan itu menjadi tak terhindarkan, itu akan berdampak parah pada kehidupan orang-orang dan kondisi sosial-ekonomi," jelasnya.

Tanpa adanya disiplin dan rasa bertanggung jawab, ia mengatakan, infeksi dan kematian akan terus meningkat. Apabila situasi tersebut terjadi, maka rumah sakit akan kehilangan kemampuannya untuk mengatasi wabah.

Dengan begitu, ia meminta warga untuk menanamkan nilai-nilai pengorbanan, solidaritas, dan kesetiaan untuk melewati masa-masa sulit.

"Pesan saya untuk Anda hari ini tidak dimaksudkan sebagai teguran atau kesalahan. Saya hanya menyampaikan langsung kepada Anda kekhawatiran saya bahwa jumlah infeksi dan kematian yang bertambah memaksa kita kembali ke penguncian total," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya