Berita

Pulau Kenawa, Nusa Tenggara Barat/Net

Publika

Program MAHADESA Untuk Ekowisata, E-Commerce Dan Pembangunan Pedesaan

MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 | 14:55 WIB | OLEH: RUSDIANTO SAMAWA

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat secara fundamental merupakan pengelola wilayah 10 Kabupaten yang terdiri dari 1.137 Desa/Kelurahan. Sebuah wilayah market yang sangat besar di mana Pemerintah Provinsi NTB memiliki akses langsung kepada seluruh jenis market pariwisata.

Tentu, kades Poto Tano Muhammad Nur membuka peluang baru dalam merespons program MAHADESA. Sebagai pembuka, Kades Poto Tano merencanakan kegiatan Paralayang Pulau Kenawa pada tanggal 26-28 Agustus 2020, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-75 RI.

Peserta direncanakan hadir dari Jawa Timur, Bali, dan NTB. Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat direncanakan hadir di kegiatan paralayang ini.


Menariknya, Pulau Kenawa memiliki nilai estetika yang sangat luar biasa. Khasnya eksotik. Nilai wisatanya sangat menjanjikan. Karena Pulau Kenawa berada di tengah, apabila menyeberang kapal feri, kita melihat Pulau Kenawa penuh hamparan Savana.

Kades Poto Tano Pak Muhammad Nur, bercita-cita memberikan dampak kesejahteraan atas keberadaan Pulau Kenawa. Karena, keberadaan pulau Kenawa menyimpan banyak sekali kekayaan Nusantara yang harusnya bisa dibudidayakan dan dikenalkan kepada masyarakat.

Perjalanan menuju ke Pulau Kenawa dari Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur yang menempuh 1-2 jam perjalanan menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat.

Pelabuhan Poto Tano akan melihat pemandangan Pulau Kenawa yang banyak nilai estetika dan keindahan alam yang alami seperti airnya yang masih biru dan jernih, walaupun terdapat di pelabuhan utama di pulau ini.

Nelayan Pulau Kenawa pun sangat ramah dan bersahabat. Dengan pekerjaan sehari-hari menangkap ikan dan juga beternak, mereka membuat pemukiman di sekitar pelabuhan dengan rumah-rumah yang dibangun di atas air.

Pulau Kenawa menyuguhkan pemandangan alam berupa perbukitan, hamparan padang savana, juga birunya air laut pantai. Gradasi warna lautnya cantik, airnya juga bening, bersih dan tenang.

Banyak hal yang bisa dilakukan di Pulau Kenawa, mulai dari berenang di pantai, snorkeling, bahkan berkemah di sela-sela padang rumput. Untuk menyeberang ke Pulau Kenawa harus menyewa perahu dengan tarif Rp 350.000-Rp 400.000 untuk perjalanan pulang pergi tanpa batas waktu.

Pak Kades Poto Tano Muhammad Nur membuka harapan dan masa depan di Pulau Kenawa. Karena, sangat memikat wisatawan untuk berkunjung. Bahkan, di bagian Sumbawa Barat terdapat pulau kecil tidak berpenghuni. Pulau tersebut bernama Kenawa.

Tentu, kekuatan program MAHADESA sebagai modal dasar bagi pemerintah desa Poto Tano untuk kembangkan ekonomi ekowisata daerah dengan menggerakkan seluruh pelaku usaha baik oleh BUMD ataupun BUMDES, yang dalam 6 tahun terakhir menjadi ikon baru gerakan pembangunan ekonomi pedesaan, untuk mengelola dan mendapatkan keuntungan dari potensi market tersebut.

Proses pembangunan ekonomi ekowisata daerah Kenawa Poto Tano tidak terlepas dari membangun rencana infrastruktur ekonomi yang menjadi pondasi bagi pelaku usaha seperti BUMD, BUMDES, dan wirausaha lokal dalam hal akses market, distribusi, financing, dan integrasi market pariwisata dalam skala yang sangat besar.

Tentu, program MAHADESA terintegrasi dengan ekowisata Poto Tano, maka dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Poto Tano menjadi lebih baik dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, harus di dorong adanya kesadaran dari masyarakat Desa Poto Tano untuk mengelola dan menjaga pulau kenawa sebagai aset yang menguntungkan di wilayah mereka.

Tentu, yang dibutuhkan Pulau Kenawa, adanya pembangunan infrastruktur market ekonomi pariwisata. Lagi pula, bisa mewajibkan keterlibatan teknologi digital sebagai framework distribusi informasi. Tanpa di-support oleh sistem digital, sangat sulit mengintegrasikan Pulau Kenawa sebagai ekosistem market pariwisata yang manageable dan terkontrol dengan baik.

Terintegrasinya dengan program MAHADESA dalam mengembangkan pembangunan ekonomi ekowisata Poto Tano untuk daerah dengan menjadikan dengan ujung tombak perusahaan daerah, seperti BUMD Provinsi, Kabupaten, hingga BUMDES, sebagai pelaku langsung yang me-manage seluruh potensi bisnis pariwisata.

Jelas, Pariwisata Pulau Kenawa Poto Tano perlu dibangun, meliputi: hotel dan penginapan, kuliner, transportasi lokal, cendera mata dan produk kerajinan yang bisa dijadikan oleh-oleh para wisatawan.

Dengan cara pembangunan di atas, tentu akan lengkap yang bisa disajikan dalam menu khusus pariwisata sebagai e-commerce pariwisata. Karena, industri pariwisata Pulau Kenawa Poto Tano yang berpeluang menyerap tenaga kerja lokal sehingga dapat dikembangkan berdasarkan demand yang ada dan dipasarkan lebih efektif melalui e-commerce pariwisata NTB yang terintegrasi dengan infrastruktur ekonomi digital yang memiliki jaringan market lebih besar.

E-commerce pariwisata Pulau Kenawa Poto Tano sangat membantu setiap wisatawan yang datang, sehingga tidak sulit menemukan lokasi wisata, kuliner, cendera mata, dan eksplorasi Pulau Kenawa lebih lengkap. Akhirnya, digitalisasi Pulau Kenawa Poto Tano akan memberikan dampak pertumbuhan industri pariwisata yang signifikan.

Penulis adalah Pendiri Teluk Saleh Institute (TSI)

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya