Berita

Raja Maroko dalam peringatan 67 tahun Revolusi Raja dan Rakyat/Net

Dunia

Raja Maroko: Siapa Pun Yang Mengabaikan Tindakan Pencegahan Covid-19 Sangat Tidak Patriotik

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 15:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Raja Maroko Mohammed VI memperingatkan warga tentang evolusi pandemik Covid-19 yang mengkhawatirkan di Maroko. Dalam pidatonya pada peringatan 67 tahun Revolusi Raja dan Rakyat pada Kamis (20/8) Raja meminta agar warga Maroko menunjukkan tanggung jawab dan mematuhi tindakan pencegahan yang ditentukan sebagai bentuk sikap patriotik.

Raja Mohammed VI memulai pidatonya dengan mengisahkan peristiwa yang menandai peringatan 67 tahun Revolusi Raja dan Rakyat, sebuah epik yang mengingatkan warga akan pengorbanan patriotik Maroko yang berdiri bersama Sultan Mohammed V melawan kolonialisme.

Ia mengakui beberapa pelanggaran langkah-langkah untuk mengekang penyebaran Covid-19 masih sering ditemukan, menggambarkan kelalaian dalam mengikuti tindakan pencegahan yang direkomendasikan sebagai tanda-tanda non-patriotisme.


“Ada orang yang mengklaim bahwa epidemik ini tidak ada. Ada orang yang percaya bahwa pencabutan kuncian berarti epidemik telah berakhir, sementara yang lain berperilaku lalai dan ceroboh," ujar raja memperingatkan.

Yang Mulia mengatakan perilaku yang mengklaim bahwa penyakit itu tidak nyata, sebenarnya selain telah membahayakan diri mereka sendiri, juga membahayakan nyawa kerabat mereka dan orang lain."

Mengomentari lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini di negara itu , Raja menekankan bahwa banyak orang yang membawa virus tanpa menunjukkan gejala.

“Banyak orang tidak menghormati tindakan perlindungan yang dianjurkan oleh otoritas pemerintah, yang meliputi penggunaan masker, jarak sosial, kebersihan, dan penggunaan disinfektan,” kata Raja.

Beberapa waktu lalu Maroko memutuskan untuk menyediakan topeng dengan harga terjangkau agar lebih mudah bagi semua orang yang akan membelinya.

Raja menuturkan laporan dari dinas keamanan yang mengambil serangkaian tindakan baru untuk menjaga keamanan warga.

“Kami kaget dengan peningkatan kasus, kami tidak bisa optimis,” ujar Yang Mulia.

Ia menegaskan, jumlah kasus terus meningkat, termasuk pasien yang dalam kondisi kritis dan jumlah kematian.

Pemerintah Maroko telah memperjelas bahwa perkembangan pandemik mengkhawatirkan karena langkah-langkah penguncian terus berkurang.

Kepala Pemerintahan, Saad Eddine El Othmani, telah berulang kali menjelaskan bahwa situasinya terkendali, tetapi wabah titik api regional di seluruh Maroko telah membuat para profesional kesehatan kelelahan.

Maroko telah mencatat 47.638 kasus Covid-19 sejak pandemik muncul di negara itu pada Maret. Sekitar 32.806 pembawa telah pulih tetapi sekitar 14.057 pasien saat ini menerima pengobatan.

Jumlah kematian terkait Covid-19 meningkat sangat mengkhawatirkan, menjadi 775.

Sejak Maroko mulai melonggarkan tindakan penguncian, negara itu telah mencatat pada beberapa kesempatan hingga 20 kematian per hari.

Raja mengakui bahwa jajarannya telah melakukan pendekatan proaktif untuk memerangi Covid-19,  merujuk pada pengakuan internasional yang diterima negara tersebut atas upayanya.

Namun begitu, angka yang terus bertambah membuatnya khawatir. Bagaimanapun, tidak mengecualikan kembalinya penguncian total jika situasinya terus memburuk.

"Jika angka terus meningkat, Komite Ilmiah Covid-19 dapat merekomendasikan penguncian lagi , mungkin dengan batasan yang lebih ketat ," sumpahnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya