Berita

Menteri Kewarganegaraan Prancis Marlene Schiappa/Net

Dunia

Remaja Sudan Ditemukan Tewas Di Pantai Prancis, Menteri Schiappa Kecam Pelaku Perdagangan Manusia

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang migran berkewarganegaraan Sudan berusia 16 tahun yang diduga menjadi korban perdagangan manusia ditemukan tewas di sebuah pantai di Calais, Prancis pada Rabu (19/8).

Remaja itu ditemukan di Pantai Sangatte, di departemen Pas-de-Calais paling utara negara itu.  Calais adalah pelabuhan feri utama yang melakukan penyeberangan harian ke kota Dover di Inggris, yang terletak tepat di seberang Calais di seberang Selat Inggris.

Lewat unggahannya di Twitter Menteri Kewarganegaraan Prancis Marlene Schiappa menyatakan kesedihannya menyalahkan kejadian tersebut pada para pelaku perdagangan manusia.


"Kesedihan yang luar biasa: Seorang migran Sudan berusia 16 tahun yang menghilang di laut tadi malam ditemukan tewas di Pantai Sangatte pagi ini. Drama tak tertahankan ini masih menggerakkan kami dan dengan [menteri dalam negeri] Gerald Darmanin melawan penyelundup yang memanfaatkan  penderitaan manusia!," tulisnya, seperti dikutip dari AA, Rabu (19/8).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel menanggapi tweet Schiappa, dengan mengatakan, "Ini adalah kehilangan nyawa muda yang menyedihkan dan tragis."

"Insiden mengerikan ini berfungsi sebagai pengingat brutal dari geng kriminal yang menjijikkan dan penyelundup manusia yang mengeksploitasi orang-orang yang rentan," ungkapnya.

Selama ini banyak migran yang berusaha melakukan perjalanan berbahaya dengan kapal kecil di kedua arah. Menyeberangi Selat Inggris dan memakan waktu sekitar dua jam.

Saat Inggris dan Prancis sedang mengerjakan rencana untuk menghalangi perjalanan tersebut. Tahun ini saja pemerintah Prancis telah mencegah lebih dari seribu orang yang melakukan penyeberangan.

Pekan lalu usai bertemu dengan pejabat Prancis Menteri Kepatuhan Imigrasi Inggris Chris Philip,  menyampaikan kepada wartawan tentang langkah-langkah kedua belah pihak untuk mengatasi situasi tersebut.

"Kami telah mengerjakan rencana operasional bersama, dengan tujuan dalam pikiran untuk sepenuhnya memotong rute ini. Kami akan bekerja dengan kecepatan dalam beberapa hari mendatang untuk mewujudkan rencana itu. Ini difasilitasi oleh geng kriminal yang kejam, itu  menempatkan nyawa dalam risiko dan itu sama sekali tidak perlu." 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya