Berita

Tes Covid-19 secara drive-thru di Auckland, Selandia Baru/Net

Dunia

Gerak Cepat Basmi Virus, Selandia Baru Kerahkan 1.200 Personel Militer Lawan Covid-19

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 15:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selandia Baru meningkatkan jumlah personel militer di fasilitas karantina dan perbatasannya untuk menghentikan penyebaran virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Rabu (19/8) mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sekitar 500 personel militer, sehingga total pasukan yang mendukung respons penanganan Covid-19 menjadi sekitar 1.200. Angka tersebut adalah yang terbesar sejak Selandia Baru mengirim penjaga perdamaian ke Timor-Leste selama kerusuhan pada 2000-an.

"Sampai saat ini tidak ada yang melacak gugus khusus yang kami hadapi ini ke perbatasan, tetapi kami ingin hal itu seketat mungkin," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, seperti dikutip Reuters.


"Peluncuran rencana penanggulangan kebangkitan wabah bekerja seperti yang kami inginkan," sambungnya.

Pada hari yang sama, Selandia Baru melaporkan lima kasus baru di komunitas selama 24 jam terakhir, turun dari 13 kasus pada Selasa (18/8).

Selandia Baru merupakan salah satu dari sedikit negara yang berhasil menangani wabah Covid-19. Namun pada pekan lalu empat kasus Covid-19 muncul secara tiba-tiba setelah negara tersebut melaporkan tidak adanya infeksi selama 100 hari.

Alhasil, pemerintah memberlakukan kuncian di Auckland, tempat munculnya kasus baru, hingga 26 Agustus. Sementara aturan jarak sosial diberlakukan dengan ketat di kota-kota lain.

Asal muasal virus corona yang muncul di Auckland masih belum diketahui, tetapi pihak berwenang telah mengesampingkan kemungkinan jika virus berasal dari makanan atau barang beku.

Sejauh ini, Selandia Baru masih memiliki 1.299 kasus Covid-19 dengan 22 kematian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya