Berita

Anggota Tim Penanggulangan Bencana Jepang bekerja untuk bencana tumpahan minyak yang disebabkan oleh kapal MV Wakashio yang kandas, milik perusahaan Jepang/Net

Dunia

Hari Ini Tim Ahli Jepang Kedua Berangkat Ke Mauritius Bawa Bahan Khusus Penyerap Minyak

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 15:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang kembali kirimkan tim ahli kedua dengan membawa bahan penyerap minyak khusus untuk membantu membersihkan berton-ton minyak di perairan Mauritius yang tumpah dari kapal curah milik Jepang yang berbendera Panama MV Wakashio pada Rabu (19/8).

Keberangkatan tim ahli itu secara resmi dilepas oleh pejabat Kementerian Lingkungan Jepang Yukihiro Haisa.

"Kebocoran minyak dari kapal yang terdampar telah menyebabkan kerusakan parah pada orang-orang Mauritius, yang ekonominya sebagian besar bergantung pada pariwisata dan lautan yang indah," katanya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (19/8).


"Saya sangat tertekan," lanjutnya.

Enam anggota tim ahli yang sedang melakukan perjalanan ke Mauritius itu akan bergabung dengan pemimpin grup yang berasal dari New York.

Haisa mengatakan, pemerintah Mauritius telah meminta tim ahli untuk menilai dampak kebocoran pada terumbu karang setempat.

Pakar lingkungan di Badan Kerjasama Internasional Jepang Noriaki Sakaguchi mengatakan mereka ingin menerapkan kemampuan para ahli Tokyo untuk mencoba membersihkan hutan bakau yang tertutup oleh tumpahan minyak.

"Kami ingin menerapkan keterampilan teknis kami untuk membantu membersihkan hutan bakau yang tertutup minyak," kata Sakaguchi.

“Sekali rusak, butuh waktu lama untuk memulihkan sistem ekologi,” ujarnya.

Tim tersebut membawa 20 kotak bahan penyerap minyak khusus yang mampu menyerap total 1.200 liter (265 galon) minyak.

Bahan tersebut telah disumbangkan oleh perusahaan yang berbasis di Tokyo, M-TechX, dan digunakan dalam kecelakaan kebocoran minyak di Jepang tahun lalu.

“Saya ingin melihat bagaimana kita bisa menggunakan bahan penyerap untuk membersihkan kawasan pantai dan struktur akar kompleks hutan yang tercemar minyak,” kata Haisa.

Sebelumnya Tokyo telah mengirim satu tim yang terdiri dari enam ahli, termasuk penjaga pantai dan diplomat, untuk membantu menanggapi insiden tersebut.

Kapal MV Wakashio milik Jepang kandas di terumbu karang pada 25 Juli dan mulai membocorkan minyak lebih dari seminggu kemudian, menumpahkan lebih dari 1.000 ton minyak dan mengancam taman laut yang dilindungi dengan hutan bakau dan spesies yang terancam punah.

Baik pemerintah Mauritian dan Jepang mendapat kecaman karena tidak segera bertindak untuk mencegah tumpahan berskala besar.

Pada Selasa kemarin (18/8) Otoritas Mauritian pada hari menangkap kapten kapal beserta wakilnya terkait insiden tersebut dan menetapkannya sebagai tersangka.

Hingga saat ini pejabat terkait belum mengungkapkan mengapa kapal yang berlayar dari Singapura ke Brasil itu begitu dekat dengan pulau yang kini terguncang oleh bencana ekologis akibat tumpahan minyak.

Kapal itu membawa 4.000 ton minyak, dan sejauh ini kru penyelamat berhasil memompa sekitar 3.000 ton dari kapal curah sebelum benda itu terbelah menjadi dua pada hari Minggu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya