Berita

Kepolisian Turki/Net

Dunia

Dirjen Keamanan Turki Sebut Lajang Lebih Rentan Terpapar Narkoba Dibanding Orang Yang Sudah Berkeluarga

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 14:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Direktorat Jenderal Keamanan Turki mengungkap sebuah fakta bahwa orang lajang lebih rentan menggunakan narkoba dibandingkan dengan mereka yang sudah menikah. Hasil itu didapat setelah badan tersebut melakukan survey kepada para pengguna narkoba.

Untuk menyelidiki penyebab kecanduan narkoba, departemen kontra narkotika kepolisian melakukan proyek 'Narkolog' yang mempelajari mereka yang ditahan karena penggunaan narkoba.

Para pengguna narkoba menjadi sukarelawan untuk studi di mana mereka diwawancarai tentang penggunaan narkoba mereka, untuk membantu pihak berwenang mengumpulkan data tentang skala kecanduan.
Survei berisi 65 pertanyaan dilakukan terhadap 21.268 orang yang secara sukarela berpartisipasi setelah mereka ditahan atau diinterogasi karena penggunaan narkoba pada tahun 2019. Sebanyak 60,1 persen peserta berstatus lajang, 31,9 sudah menikah dan 34,2 persen lainnya memiliki anak. Di antara mereka, 86,5 persen mengatakan bahwa pertama kali menggunakan narkoba saat mereka masih lajang, sementara 12,2 persen di antaranya mengatakan mencobanya setelah menikah.

Survei berisi 65 pertanyaan dilakukan terhadap 21.268 orang yang secara sukarela berpartisipasi setelah mereka ditahan atau diinterogasi karena penggunaan narkoba pada tahun 2019. Sebanyak 60,1 persen peserta berstatus lajang, 31,9 sudah menikah dan 34,2 persen lainnya memiliki anak. Di antara mereka, 86,5 persen mengatakan bahwa pertama kali menggunakan narkoba saat mereka masih lajang, sementara 12,2 persen di antaranya mengatakan mencobanya setelah menikah.

Survei menunjukkan rata-rata usia pengguna pertama kali mulai menggunakan narkoba adalah 20 -28 tahun, dan usia paling rentan untuk menggunakan narkoba adalah 15-24 tahun, dikutip dari Daily Sabah, Senin (17/8).

Sekitar 36,1 persen pengguna mencoba narkoba karena ingin tahu, sementara 18,7 persen mencobanya 'setelah dikenalkan oleh teman'. 16,6 persen lainnya mengatakan mereka mencoba narkoba dengan efek meniru seseorang.

Lebih dari 89 persen peserta survei mengatakan mereka tinggal bersama orang tua sementara 7 persen dari mereka tinggal sendiri. Sekitar 54,5 persen dari mereka mengatakan bahwa mereka memiliki pekerjaan tetap, sementara sekitar 30 persenny adalah pengangguran.

Turki lebih dikenal sebagai negara transit penyelundupan narkoba antara Eropa dan Asia. Meskipun negara ini sangat membanggakan keberhasilan dalam operasi anti narkotika, penyalahgunaan narkoba tetap menjadi masalah. Narkoba sintetis secara khusus menjadi ancaman bagi kaum muda Turki.

Tidak ada angka konkret mengenai tingkat penggunaan narkoba di masyarakat umum, tetapi laporan polisi dari tahun 2019 menunjukkan bahwa 657 orang meninggal karena penggunaan narkoba pada tahun 2018. Laporan tahun-tahun terakhir mengungkapkan bahwa hampir setengah dari kematian tersebut disebabkan oleh penggunaan cannabinoid sintetis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya