Italia wajibkan penggunaan masker hingga September/Net
Merebaknya kembali kasus baru virus corona terutama di kalangan mudah membuat pemerintah Italia memutuskan untuk melakukan penutupan kembali fasilitas klub dan diskotik serta memberlakukan aturan wajib masker di kuar ruangan di beberapa daerah bahkan pada malam hari.
Dalam sepekan terakhir tercatat ada lebih dari dua kali lipat kasus baru virus corona di negara Eropa yang pertama kali terpukul itu. Rata-rata penderita baru Covid-19 di negara itu berusia di bawah 40 tahun.
Aturan baru itu dimulai pada hari Senin (17/8) dua hari setelah hari libur Italia ketika banyak anak muda Italia pergi ke klub untuk dugem dan akan berlaku hingga awal September.
Kewajiban memakai masker akan berlaku antara pukul 6 sore dan 6 pagi di area yang dekat dengan bar dan pub dan tempat-tempat yang biasa menampung pertemuan orang banyak.
"Kami tidak dapat membatalkan pengorbanan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Prioritas kami harus membuka sekolah pada bulan September, dengan keamanan penuh," kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza di Facebook, seperti dikutip dari
AFP, Senin (17/8).
Speranza mendesak kaum muda untuk berhati-hati semaksimal mungkin karena "jika mereka menginfeksi orang tua dan kakek nenek mereka, mereka berisiko menimbulkan kerusakan yang nyata," katanya.
Pemerintah telah membiarkan klub tetap terbuka meskipun ada kritik yang meningkat bahwa mereka menarik banyak orang, bahwa jarak sosial tidak dihormati dan mereka juga tidak memakai masker sebagaimana dianjurkan oleh pihak terkait.
Beberapa pelaku industri yang memiliki pendapatan tahunan sebesar 4 miliar euro itu mengatakan setuju dan mendukung upaya pemerintah Italia.
Menteri Perindustrian Stefano Patuanelli mengakui akan ada kerusakan ekonomi akibat keputusan tersebut, namun dirinya mengaku tidak aja jalan lain.
Pada hari Minggu (16/8) 479 kasus baru dikonfirmasi, turun dari 629 pada hari Sabtu. Ahli medis percaya bahwa lonjakan kasus virus corona berkaitan erat dengan dibukanya kembalinya kehidupan malam, wisatawan, dan generasi muda yang melanggar aturan jarak sosial.
Sejak wabahnya terungkap pada 21 Februari, Italia telah mencatat lebih dari 35.000 kematian.
Pengujian pada wisatawan yang mendarat di bandara Roma dimulai pada hari Minggu setelah pemerintah mengatakan pada hari Rabu bahwa orang yang bepergian dari Kroasia, Yunani, Malta dan Spanyol harus diskrining terhadap virus tersebut.