Berita

Arman Abovyan tokoh oposisi Armenia/Net

Dunia

Tanggapi Kemarahan Hami Aksoy, Tokoh Oposisi Armenia Serukan ‘Ganggu’ Turki Di Semua Platform Internasional

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tokoh oposisi Armenia mengomentari kecaman Turki atas dukungan Armenia untuk Yunani dan Siprus. Ia menyerukan agar orang-orang Armenia harus harus lebih proaktif lagi dalam menimpali kemarahan Turki itu.

"Izinkan saya mengingat bahwa Turki secara terbuka mencoba untuk menduduki bagian dari zona ekonomi maritim Yunani dan Siprus,” ujar Arman Abovyan, seorang anggota parlemen dari oposisi Partai Armenia Sejahtera, menulis tentang ini di halaman Facebook-nya.

Pada Senin (17/8), Turki mengecam pernyataan Armenia tentang Mediterania Timur. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy,  mengatakan Armenia memiliki kesalahan dalam membaca geografi, dan dukungan Armenia kepada Yunansi dan Siprus adalah sebuah contoh yang tidak bertanggungjawab.


“Dapat saya sampaikan di sini bahwa semakin proaktif kita untuk melawan Turki ke segala arah, Turki akan jauh lebih 'berperilaku baik' dan, tentu saja, konstruktif,” kata Abovyan, seperti dikutip dari News Arm, Senin (17/8).

“Dengan kata lain, saya akan ulangi sekali lagi, kita harus secara diplomatis 'mengganggu' Turki di semua platform internasional yang memungkinkan, karena mereka tidak mengerti bahasa lain," tambah Abovyan.

Ketegangan antara anggota Yunani dan Turki telah meningkat selama seminggu terakhir setelah Turki mengirim kapal survei Oruc Reis, dikawal oleh kapal perang, untuk memetakan kemungkinan pengeboran minyak dan gas di wilayah yang diklaim oleh kedua negara sebagai yurisdiksi.

Oruc Reis, yang berada di antara Siprus dan pulau Kreta Yunani, akan terus bekerja hingga 23 Agustus, kata Turki.

Di tengah memanaskan hubungan itu, Kementerian Luar Negeri Armenia pada Sabtu (15/8) mengeluarkan pernyataannya mengenai perkembangan terkini di Mediterania Timur dan mengatakan bahwa Armenia akan memberikan dukungan tanpa syarat sebagai bentuk solidaritas dengan Yunani dan Siprus.
 
Hal itu membuat Turki murka dan pada Senin (17/8), Turki melalui mengecam pernyataan tersebut melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya