Berita

Kota Kairo Mesir/Net

Dunia

Pengadilan Setujui UU Perlindungan Identitas Korban Kekerasan Seksual, Harapan Baru Kaum Wanita Mesir

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Mesir akhirnya menyetujui undang-undang baru untuk melindungi identitas perempuan yang melaporkan pelecehan seksual atau penyerangan pada Minggu (16/8).

Dengan diberlakukannya peraturan baru tersebut diharapkan para gadis dam perempuan yang menjadi korban berbagai kekerasan akan berani untuk melaporkan kasus yang mereka alami.

Undang-undang tersebut akan memberi hak otomatis kepada  korban untuk tidak disebutkan namanya. Peraturan itu muncul disaat ratusan wanita mulai berbicara di media sosial tentang kekerasan seksual yang mereka alami dalam gerakan tagar #MeToo di Mesir, negara tempat di mana wanita telah lama merasa dirugikan.


Anggota parlemen perempuan Ghada Ghareeb mengatakan undang-undang itu merupakan langkah panjang dalam mengeluarkan peraturan yang melindungi hak-hak perempuan.

“Pemerintah telah memperhatikan bahwa ada penurunan tajam pada perempuan yang dapat melaporkan kasus kekerasan seksual yang mereka alami karena mereka takut akan stigma sosial,” kata Ghareeb kepada Thomson Reuters Foundation, seperti dikutip dari Memo, Senin (17/8).

Ghareeb berharap persetujuan undang-undang tersebut akan meningkatkan pelaporan pelecehan seksual dalam beberapa bulan mendatang di negara mayoritas Muslim yang konservatif itu.

RUU telah disetujui oleh kabinet pada awal Juli lalu dan diserahkan ke parlemen setelah disajikan oleh Departemen Kehakiman.

Ini mengikuti kasus yang diterbitkan secara luas pada bulan Juli tentang seorang mahasiswa dari latar belakang kaya yang ditangkap dan dituduh memperkosa dan memeras banyak wanita. Hingga kini investigasi mengenai kasus tersebut terus berlanjut.

Kasus ini memicu gelombang #MeToo di Mesir, bahkan Dewan Nasional untuk Wanita mengatakan telah menerima 400 pengaduan terutama tentang kekerasan terhadap wanita dalam lima hari setelah kasus tersebut dipublikasikan. Sejak saat itu ratusan wanita mulai berbagi cerita secara online.

Perdebatan meningkat lebih lanjut setelah halaman Instagram mengungkapkan kasus pemerkosaan geng di sebuah hotel Kairo , dengan enam pria yang terlibat diyakini berasal dari keluarga kaya dan berkuasa.

Dewan Nasional Wanita yang dikelola negara mengatakan pihaknya berdiri di samping setiap wanita dan gadis yang terpapar segala bentuk ancaman dengan memberikan dukungan yang diperlukan.

Dewan mendesak setiap wanita yang menghadapi serangan semacam itu untuk maju ke dewan dan penuntut umum, dan untuk melaporkan kejadian tersebut dengan cepat melalui mekanisme pelaporan resmi.

Jajak pendapat Thomson Reuters Foundation tahun 2017 mengungkapkan bahwa Kairo sebagai kota besar paling berbahaya bagi wanita, dan 99 persen wanita di Mesir yang diwawancarai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2013 melaporkan tentang pelecehan seksual.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya