Berita

Hami Aksoy juru bicara kementerian luar negeri Turki/Net

Dunia

Turki Marah Armenia Beri Dukungan Kepada Yunani Dan Siprus

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 06:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Turki mengecam pernyataan Armenia tentang Mediterania Timur. Dalam pernyataannya pada Senin (17/8), juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Armenia memiliki kesalahan dalam membaca geografi.

"Kami melihat bahwa Armenia, yang berusaha untuk memberikan pendapat tentang Mediterania Timur, berada dalam kesalahan mendasar tentang geografi dunia dan tempatnya di geografi ini. Masalahnya di sini bukanlah Danau Sevan, tetapi Mediterania Timur," kata Hami Aksoy, seperti dikutip dari Radio of Armenia.

Menurut Aksoy, pernyataan provokatif Armenia tentang Perjanjian Sevres dan pendapatnya tentang Mediterania Timur adalah contoh yang tidak bertanggung jawab.


“Apa pun yang terjadi, Turki akan melindungi haknya dan hak warga Siprus Turki di Mediterania timur yang berasal dari hukum internasional. Tidak ada aliansi kejahatan yang mampu mencegahnya. Mereka yang berpikir sebaliknya tidak belajar apa pun dari sejarah,” kecam Aksoy.

Aksoy jga menegaskan kembali bahwa Turki berdiri di samping saudaranya Azerbaijan dengan segala cara.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Armenia mengeluarkan pernyataannya mengenai perkembangan terkini di Mediterania Timur dan mengatakan bahwa Armenia akan memberikan dukungan tanpa syarat sebagai bentuk solidaritas dengan Yunani dan Siprus.  

Armenia juga menyerukan agar Turki bisa meredakan situasi, menghormati Hukum Internasional dan menghentikan semua tindakan dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Yunani dan Siprus .

Pernyataan Armenia pada hari Sabtu itulah yang memicu kemarahan Turki.

 Ketegangan antara anggota NATO Yunani dan Turki telah meningkat selama seminggu terakhir setelah Turki mengirim kapal survei Oruc Reis, dikawal oleh kapal perang, untuk memetakan kemungkinan pengeboran minyak dan gas di wilayah yang diklaim oleh kedua negara sebagai yurisdiksi.

Oruc Reis, yang berada di antara Siprus dan pulau Kreta Yunani, akan terus bekerja hingga 23 Agustus, kata Turki.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya