Berita

Danau Van Turki/Net

Dunia

Sejumlah Kawanan Camar Mati Tiba-tiba, Warga Turki Khawatir Itu Sebagai Tanda Bahaya

SABTU, 15 AGUSTUS 2020 | 13:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah kawanan burung camar ditemukan tersebar di sekitar Danau Van di timur Turki, menimbulkan kekhawatiran warga di tengah ancaman virus corona.

Insiden tersebut terungkap setelah beberapa warga menghubungi petugas terkait saat menyaksikan beberapa unggas yang mati dan sekarat di sekitar danau.

Penduduk di daerah tersebut menuntut pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kematian kolektif  yang terjadi setiap tahun di wilayah tersebut.


Penduduk setempat mengatakan insiden matinya kawanan burung camar itu telah menambah kekhawatiran mereka karena terjadi di tengah wabah virus corona. Warga sekitar mengatakan bangkai burung camar mendatangkan bahaya bagi kesehatan, terutama untuk anak-anak yang bermain di sekitar danau, seperti dikutip dari Hurriyet Daily, Jumat (14/8).

Mereka mengeluh tidak bisa berenang di danau karena unggas yang mati dan khawatir tertular penyakit dari hewan-hewan itu.

Seorang penduduk lokal bernama Ahmet Cikla menginformasikan bahwa banyak burung camar menerobos masuk ke dalam rumah penduduk.

"Burung camar bahkan masuk ke dalam rumah kami untuk mencari makanan. Kami telah meminta petugas terkait untuk membersihkan dan mengungkap penyebab kematian burung-burung itu," katanya.

Burung camar biasanya memilih tempat yang tidak dihuni oleh manusia dan daerah yang tidak menimbulkan risiko bagi mereka selama musim kawin, oleh karena itu mereka lebih menyukai cekungan seperti Danau Van.

Namun pada tahun 2018, ribuan unggas mati telah dikumpulkan dari danau dan saat itu diare yang diakibatkan infestasi parasit menjadi penyebab kematian massal burung-burung itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya