Berita

Presiden Ilham Aliyev/Net

Dunia

Presiden Ilham Aliyev: Turki Akan Jadi Mitra Utama Kerjasama Militer Azerbaijan

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 15:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Delegasi yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar tiba di Azerbaijan dan langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Ilham Aliyev pada Kamis (13/8).

Dalam pertemuan itu Alivev mengatakan bahwa Turki memiliki potensi industri militer yang bagus dan akan menjadi mitra nomor satu Azerbaijan dalam kerja sama militer dan teknis militer dalam waktu dekat.

“Seperti halnya di semua bidang lain, kerja sama kami di bidang militer dan teknis militer berkembang pesat.  Bukan rahasia lagi bahwa Turki memiliki potensi industri militer yang kuat dan kami mendapatkan keuntungan dari potensi ini,” kata Aliyev, seperti dikutip dari AA, Jumat (14/8).


Dia menggarisbawahi bahwa latihan militer Turki-Azerbaijan mencerminkan persatuan dan persaudaraan antara kedua negara. Ia mencatat bahwa lebih dari 10 latihan bersama diadakan di Turki dan Azerbaijan setiap tahun.

Aliyev mengatakan bahwa latihan seperti itu menjadi hal yang biasa dan tidak ada alasan bagi beberapa negara untuk khawatir, karena itu hanyalah manifestasi dari persatuan dan persaudaraan Turki-Azerbaijan.

Dalam kunjungan tersebut, Akar mengutuk serangan baru-baru ini oleh Armenia di distrik Tovush Azerbaijan.

“Azerbaijan tidak sendiri. Kami akan terus mendukung Azerbaijan dalam perjuangannya yang adil. Dalam perjuangan Azerbaijan membebaskan tanah-tanah yang diduduki, kami Turki yang berpenduduk 83 juta bersebelahan dengan saudara-saudara kami,” ujarnya.

Bulan lalu, Armenia menyerang pasukan Azerbaijan di wilayah perbatasan barat laut Tovuz.  Sedikitnya 12 tentara Azerbaijan menjadi martir, termasuk seorang mayor jenderal dan seorang kolonel.  Seorang warga Azerbaijan berusia 76 tahun juga kehilangan nyawanya.

Azerbaijan menuduh Armenia melakukan tindakan "provokatif", saat itu Ankara memperingatkan Yerevan bahwa mereka tidak akan ragu untuk melawan segala jenis serangan terhadap Azerbaijan.

Upper Karabakh, atau Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional, telah berada di bawah pendudukan Armenia secara ilegal sejak 1991.

Organisasi internasional termasuk PBB telah menuntut penarikan pasukan pendudukan di wilayah tersebut.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Grup Minsk Eropa, yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS, dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi hasilnya nihil.

Latihan perang antara kedua negara telah dimulai pada 29 Juli, dan 5 Agustus adalah hari terakhir pertempuran darat yang terjadi di ibu kota Baku dan eksklaf Nakhchivan -wilayah otonom Azerbaijan yang berbatasan dengan Turki.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya