Berita

Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Hong Kong/Net

Dunia

Diplomat AS Bertemu Politisi Pro-Demokrasi Hong Kong, China Geram: Langgar UU Keamanan Nasional

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 14:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemberlakuan UU keamanan nasional oleh Beijing di Hong Kong mulai memicu pertikaian antara China dengan Amerika Serikat (AS).

Bermula pada awal pekan ini, ketika Konsul Jenderqal AS, Hanscom Smith bertemu dengan politisi pro-demokrasi Hong Kong. Pertemuan tersebut kemudian dilaporkan media pemerintah China, Global Times, telah melanggar UU keamanan nasional.

Merespons laporan tersebut, Konsulat AS di Hong Kong pada Jumat (7/8) mengatakan Smith selalu bertemu dengan berbagai tokoh politik, baik pro-demokrasi maupun oposisi pro-demokrasi. Sehingga klaim media China tersebut cukup "menggelikan".


"Pertemuan-pertemuan itu tidak bersifat rahasia atau misterius. Klaim mereka bertemu dengan perwakilan konsulat dan terlibat dalam 'kolusi' adalah menggelikan," demikian bunyi pernyataan konsulat yang dikutip The Strait Times.

Dengan klaim tersebut, konsulat menyatakan UU keamanan nasional Hong Kong adalah sesuatu yang kejam dan penerapannya tidak berkaitan dengan "keamanan".

"Alih-alih, itu dimaksudkan untuk membungkam para pendukung demokrasi dan mengancam mereka yang terlibat bahkan dalam bentuk kebebasan berbicara," ujar misi tersebut.

"Ini akan menjadi tragedi yang sangat besar jika menghancurkan keterbukaan, keragaman, dan vitalitas yang menjadi inti dari apa yang membuat Hong Kong begitu unik," sambungnya.

Pemberlakuan UU keamanan nasional oleh Beijing terhadap Hong Kong sudah dilakukan sejak akhir Juni. UU tersebut menargetkan kegiatan subversi, pemisahan diri, terorisme, hingga campur tangan asing.

UU tersebut merupakan tanggapan Beijing atas unjuk rasa pro-demokrasi selama berbulan-bulan pada tahun lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya