Berita

Dutabesar Lebanon untuk Yordania, Tracy Chamoun/Net

Dunia

Usai Ledakan Dahsyat Beirut, Dubes Lebanon Mengundurkan Diri Dan Marah Pada Pemerintah

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 13:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) menyisakan luka yang mendalam bagi banyak orang, tidak terkecuali Dutabesar Lebanon untuk Yordania, Tracy Chamoun.

Dua hari setelah peristiwa mematikan tersebut terjadi, pada Kamis (6/8), Chamoun mengumumkan pengunduran dirinya, melansir Anadolu Agency.

Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi, ia mengatakan tidak tahan melihat rasa sakit dan luka di mata para korban. Ia mengaku sudah tidak bisa mentoleransi kelalaian dan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah.


"Saya mengumumkan pengunduran diri saya sebagai dutabesar sebagai protes terhadap kelalaian negara, korupsi, dan kebohongan," ujar Chamoun.

"Bencana ini membunyikan alarm, kita tidak boleh menunjukkan belas kasihan kepada mereka semua yang harus pergi," tambahnya merujuk pada politisi yang telah memerintah Lebanon sejak Perang Saudara 1975-1990.

Lebih lanjut, ia juga menyerukan agar UU pemilu yang baru segera disahkan dan pemilihan harus segera dilakukan.

Pengunduran diri Chamoun menjadi yang aksi mundur kedua pejabat pemerintahan Lebanon setelah ledakan.

Pada Rabu (6/8), anggota parlemen Marwan Hamadeh juga telah mengundurkan diri karena kelalaian pihak berwenang yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat dengan sembarangan di gudang Pelabuhan Beirut.

Ribuan ton amonium nitrat tersebut diyakini sebagai sumber ledakan di Pelabuhan Beirut yang sudah menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai sedikitnya 5.000 lainnya. Sementara puluhan lainnya masih hilang di bawah reruntuhan.

Para mantan perdana menteri Lebanon telah menyerukan pembentukan komite investigasi internasional untuk menyelidiki insiden tersebut. Sedangkan pemerintah sendiri mengaku penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang baru bisa mendapatkan hasil dalam waktu lima hari.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya